ANAK-ANAK AHMAD JAAFAR AR-RAWI

ANAK-ANAK AHMAD JAAFAR AR-RAWI

Sunday, January 16, 2011

KERAJAAN KANDIS "ATLANTIS NUSANTARA"



KERAJAAN KANDIS "ATLANTIS NUSANTARA"
ANTARA CERITA DAN FAKTA
(Sebuah Hipotesa Lokasi Awal Peradaban di Indonesia)

MAKALAH SEMINAR
Oleh:
PEBRI MAHMUD AL HAMIDI
MEI 2009

RINGKASAN

Nenek moyang bangsa Indonesia diduga kuat oleh para Arkeolog adalah ras Austronesia. Ras ini mendarat di Kepulauan Nusantara, dan memulai peradaban neolitik. Bukti arkeologi menunjukkan bahwa budaya neolitik dimulai sekitar 5000 tahun lalu di kepulauan Nusantara. Bersamaan dengan budaya baru ini bukti antropologi menunjukkan muncul juga manusia dengan ciri fisik Mongoloid. Populasi Mongoloid ini menyebar di kawasan Nusantara sekitar 5000 sampai 3000 tahun lalu dengan membawa bahasa Austronesia dan teknologi pertanian.


Di Nusantara saat ini paling tidak terdapat 50 populasi etnik Mongoloid yang mendiaminya. Budaya dan bahasa mereka tergolong dalam satu keluarga atau filum bahasa, yaitu bahasa-bahasa Austronesia yang menunjukkan mereka berasal dari satu nenek moyang. Lalu dari manakah populasi Austronesia ini berasal dan daerah manakah pertama kalinya mereka huni di Nusantara ini? Sebuah pertanyaan yang belum terjawab oleh riset sejarah selama ini. Salah satu pendekatan yang dapat dilakukan adalah pengkajian dan analisis yang komprehensif tentang bukti sejarah yang ada dan menelusuri hubungan historis suatu daerah dengan daerah lainnya. Metode yang digunakan adalah mengumpulkan cerita/tombo yang ada di masyarakat dan penelusuran fakta yang mendukung tombo tersebut.

Kerajaan tertua di Pulau Jawa berdasarkan bukti arkeologis adalah kerajaan Salakanegara dibangun abad ke-2 Masehi yang terletak di Pantai Teluk Lada, Pandeglang Banten. Diduga kuat mereka berimigrasi dari Sumatra. Sedangkan Kerajaan tertua di Sumatra adalah kerajaan Melayu Jambi (Chu-po), yaitu Koying (abad 2 M), Tupo (abad ke 3 M), dan Kuntala/Kantoli (abad ke 5 M). Menurut cerita/tombo adat Lubuk Jambi yang diwarisi dari leluhur mengatakan bahwa disinilah lubuk (asal) orang Jambi, oleh karena itu daerah ini bernama Lubuk Jambi. Dalam tombo juga disebutkan di daerah ini terdapat sebuah istana kerajaan Kandis yang sudah lama hilang. Istana itu dinamakan istana Dhamna, berada di puncak bukit yang dikelilingi oleh sungai yang jernih. Penelusuran peninggalan kerajaan ini telah dilakukan selama 7 bulan (September 2008-April 2009), dan telah menemukan lokasi, artefak, dan puing-puing yang diduga kuat sebagai peninggalan Kandis dengan ciri-ciri lokasi mirip dengan sketsa Plato (347 SM) tentang Atlantis. Namun penemuan ini perlu dilakukan penelitian arkeologis lebih lanjut.


PENDAHULUAN

Nusantara merupakan sebutan untuk negara kepulauan yang terletak di kepulauan Indonesia saat ini. Catatan bangsa Tionghoa menamakan kepulauan ini dengan Nan-hai yang berarti Kepulauan Laut Selatan. Catatan kuno bangsa India menamainya Dwipantara yang berarti Kepulauan Tanah Seberang, yang diturunkan dari kata Sanskerta dwipa (pulau) dan antara (luar, seberang) dan disebut juga dengan Swarnadwiva (pulau emas, yaitu Sumatra sekarang). Bangsa Arab menyebut daerah ini dengan Jaza'ir al-Jawi (Kepulauan Jawa).

Migrasi manusia purba masuk ke wilayah Nusantara terjadi para rentang waktu antara 100.000 sampai 160.000 tahun yang lalu sebagai bagian dari migrasi manusia purba "out of Africa". Ras Austolomelanesia (Papua) memasuki kawasan ini ketika masih bergabung dengan daratan Asia kemudian bergerak ke timur, sisa tengkoraknya ditemukan di gua Braholo (Yogyakarata), gua Babi dan gua Niah (Kalimantan). Selanjutnya kira-kira 2000 tahun sebelum Masehi, perpindahan besar-besaran masuk ke kepulauan Nusantara (imigrasi) dilakukan oleh ras Austronesia dari Yunan dan mereka menjadi nenek moyang suku-suku di wilayah Nusantara bagian barat. Mereka datang dalam 2 gelombang kedatangan yaitu sekitar tahun 2.500 SM dan 1.500 SM (Wikipedia, 2009).

Bangsa nenek moyang ini telah memiliki peradaban yang cukup baik, mereka paham cara bertani yang lebih baik, ilmu pelayaran bahkan astronomi. Mereka juga sudah memiliki sistem tata pemerintahan sederhana serta memiliki pemimpin (raja kecil). Kedatangan imigran dari India pada abad-abad akhir Sebelum Masehi memperkenalkan kepada mereka sistem tata pemerintahan yang lebih maju (kerajaan).

Kepulauan Nusantara saat ini paling tidak ada 50 populasi etnik yang mendiaminya, dengan karakteristik budaya dan bahasa tersendiri. Sebagian besar dari populasi ini dengan cirri fisik Mongoloid, mempunyai bahasa yang tergolong dalam satu keluarga atau filum bahasa. Bahasa mereka merupakan bahasa-bahasa Austronesia yang menunjukkan mereka berasal dari satu nenek moyang. Sedangkan di Indonesia bagian timur terdapat satu populasi dengan bahasa-bahasa yang tergolong dalam berbagai bahasa Papua.

Pusat Arkeologi Nasional telah berhasil meneliti kerangka berumur 2000-3000 tahun, yaitu penelitian DNA purba dari situs Plawangan di Jawa Tengah dan Gilimanuk Bali. Penelitian itu menunjukkan bahwa manusia Indonesia yang hidup di kedua situs tersebut telah berkerabat secara genetik sejak 2000-3000 tahun lalu. Pada kenyataannya hingga sekarang populasi manusia Bali dan Jawa masih memiliki kekerabatan genetik yang erat hingga sekarang.

Hasil penelitian Alan Wilson tentang asal usul manusia di Amerika Serikat (1980-an) menunjukkan bahwa manusia modern berasal dari Afrika sekitar 150.000-200.000 tahun lampau dengan kesimpulan bahwa hanya ada satu pohon filogenetik DNA mitokondria, yaitu Afrika. Hasil penelitian ini melemahkan teori bahwa manusia modern berkembang di beberapa penjuru dunia secara terpisah (multi origin). Oleh karena itu tidak ada kaitannya manusia purba yang fosilnya ditemukan diberbagai situs di Jawa (homo erectus, homo soloensis, mojokertensis) dan di Cina (Peking Man) dengan perkembangan manusia modern (homo sapiens) di Asia Timur. Manusia purba ini yang hidup sejuta tahun yang lalu merupakan missing link dalam evolusi. Saat homo sapiens mendarat di Kepulauan Nusantara, pulau Sumatra, Jawa dan Kalimantan masih tergabung dengan daratan Asia sebagai sub-benua Sundaland. Sedangkan pulau Papua saat itu masih menjadi satu dengan benua Australia sebagai Sahulland.

Teori kedua yang bertentangan dengan teori imigrasi Austronesia dari Yunan dan India adalah teori Harry Truman. Teori ini mengatakan bahwa nenek moyang bangsa Austronesia berasal dari dataran Sunda-Land yang tenggelam pada zaman es (era pleistosen). Populasi ini peradabannya sudah maju, mereka bermigrasi hingga ke Asia daratan hingga ke Mesopotamia, mempengaruhi penduduk lokal dan mengembangkan peradaban. Pendapat ini diperkuat oleh Umar Anggara Jenny, mengatakan bahwa Austronesia sebagai rumpun bahasa yang merupakan sebuah fenomena besar dalam sejarah manusia. Rumpun ini memiliki sebaran yang paling luas, mencakup lebih dari 1.200 bahasa yang tersebar dari Madagaskar di barat hingga Pulau Paskah di Timur. Bahasa tersebut kini dituturkan oleh lebih dari 300 juta orang. Pendapat Umar Anggara Jenny dan Harry Truman tentang sebaran dan pengaruh bahasa dan bangsa Austronesia ini juga dibenarkan oleh Abdul Hadi WM (Samantho, 2009).

Teori awal peradaban manusia berada di dataran Paparan Sunda (Sunda-Land) juga dikemukan oleh Santos (2005). Santos menerapkan analisis filologis (ilmu kebahasaan), antropologis dan arkeologis. Hasil analisis dari reflief bangunan dan artefak bersejarah seperti piramida di Mesir, kuil-kuil suci peninggalan peradaban Maya dan Aztec, peninggalan peradaban Mohenjodaro dan Harrapa, serta analisis geografis (seperti luas wilayah, iklim, sumberdaya alam, gunung berapi, dan cara bertani) menunjukkan bahwa sistem terasisasi sawah yang khas Indonesia ialah bentuk yang diadopsi oleh Candi Borobudur, Piramida di Mesir, dan bangunan kuno Aztec di Meksiko. Setelah melakukan penelitian selama 30 tahun Santos menyimpulkan bahwa Sunda Land merupakan pusat peradaban yang maju ribuan tahun silam yang dikenal dengan Benua Atlantis.

Dari kedua teori tentang asal usul manusia yang mendiami Nusantara ini, benua Sunda-Land merupakan benang merahnya. Pendekatan analisis filologis, antropologis dan arkeologis dari kerajaan Nusantara kuno serta analisis hubungan keterkaitan satu dengan lainnya kemungkinan besar akan menyingkap kegelapan masa lalu Nusantara. Penelitian ini bertujuan untuk menelusuri peradaban awal Nusantara yang diduga adalah kerajaan Kandis.
TINJAUAN PUSTAKA
Nusantara dalam Lintasan Sejarah

Kepulauan Nusantara telah melintasi sejarah berabad-abad lamanya. Sejarah Nusantara ini dapat dikelompokkan menjadi lima fase, yaitu zaman pra sejarah, zaman Hindu/Budha, zaman Islam, zaman Kolonial, dan zaman kemerdekaan. Kalau dirunut perjalanan sejarah tersebut zaman kemerdekaan, kolonial, dan zaman Islam mempunyai bukti sejarah yang jelas dan tidak perlu diperdebatkan. Zaman Hindu/Budha juga telah ditemukan bukti sejarah walaupun tidak sejelas zaman setelahnya. Zaman sebelum Hindu/Budha masih dalam teka-teki besar, maka dalam menjawab ketidakjelasan ini dapat dilakukan dengan analisa keterkaitan antar kerajaan. Urutan tahun berdiri kerajaan di Indonesia dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 1. Kerajaan di Indonesia berdasarkan tahun berdirinyaNo Nama Kerajaan Lokasi Situs PerkiraanTahun Berdiri
1. Kerajaan Kandis* Lubuk Jambi, Riau Sebelum Masehi
2. Kerajaan Melayu Jambi Jambi Abad ke-2 M
3. Kerajaan Salakanegara Pandeglang, Banten 150 M
4. Kepaksian Skala Brak Kuno Gunung Pesagi, Lampung Abad ke-3 M
5. Kerajaan Kutai Muara Kaman, Kaltim Abad ke-4 M
6. Kerajaan Tarumanegara Banten Abad ke-4 M
7. Kerajaan Koto Alang Lubuk Jambi, Riau Abad ke-4 M
8. Kerajaan Barus Barus, Sumatra Utara Abad ke-6 M
9. Kerajaan Kalingga Jepara, Jawa Tengah Abad ke-6 M
10. Kerajaan Kanjuruhan Malang, Jawa Timur Abad ke-6 M
11. Kerajaan Sunda Banten-Jawa Barat 669 M
12. Kerajaan Sriwijaya Palembang, Sumsel Abad ke-7 M
13. Kerajaan Sabak Muara Btg. Hari, Jambi 730 M
14. Kerajaan Sunda Galuh Banten-Jawa Barat 735 M
15. Kerajaan Tulang Bawang Lampung 771 M
16. Kerajaan Medang Jawa Tengah 820 M
17. Kerajaan Perlak Peureulak, Aceh Timur 840 M
18. Kerajaan Bedahulu Bali 882 M
19. Kerajaan Pajajaran Bogor, Jawa Barat 923 M
20. Kerajaan Kahuripan Jawa Timur 1009 M
21. Kerajaan Janggala Sidoarjo, Jawa Timur 1042 M
22. Kerajaan Kadiri/Panjalu Kediri, Jawa Timur 1042 M
23. Kerajaan Tidung Tarakan, Kalimantan Timur 1076 M
24. Kerajaan Singasari Jawa Timur 1222 M
25. Kesultanan Ternate Ternate, Maluku 1257 M
26. Kesultanan Samudra Pasai Aceh Utara 1267 M
27. Kerajaan Aru/Haru Pantai Timur, Sumatra Utara 1282 M
28. Kerajaan Majapahit Jawa Timur 1293 M
29. Kerajaan Indragiri Indragiri, Riau 1298 M
30. Kerajaan Panjalu Ciamis Gunung Sawal, Jawa Barat Abad ke-13 M
31. Kesultanan Kutai Kutai, Kalimantan Timur Abad ke-13 M
32. Kerajaan Dharmasraya Jambi 1341 M
33. Kerajaan Pagaruyung Batu Sangkar, Sumbar 1347 M
34. Kesultanan Aceh Banda Aceh 1360 M
35. Kesultanan Pajang Jawa Tengah 1365 M
36. Kesultanan Bone Bone, Sulawesi Selatan 1392 M
37. Kesultanan Buton Buton Abad ke-13 M
38. Kesultanan Malaka Malaka 1402 M
39. Kerajaan Tanjung Pura Kalimantan Barat 1425 M
40. Kesultanan Berau Berau 1432 M
41. Kerajaan Wajo Wajo, Sulawesi Selatan 1450 M
42. Kerajaan Tanah Hitu Ambon, Maluku 1470 M
43. Kesultanan Demak Demak, Jawa Tengah 1478 M
44. Kerajaan Inderapura Pesisir Selatan, Sumbar 1500-an M
45. Kesultanan Pasir/Sadurangas Pasir, Kalimantan Selatan 1516 M
46. Kerajaan Blambangan Banyuwangi, Jawa Timur 1520-an M
47. Kesultanan Tidore Tidore, Maluku Utara 1521 M
48. Kerajaan Sumedang Larang Jawa Barat 1521 M
49. Kesultanan Bacan Bacan, Maluku 1521 M
50. Kesultanan Banten Banten 1524 M
51. Kesultanan Banjar Kalimantan Selatan 1526 M
52. Kesultanan Cirebon Jawa Barat 1527 M
53. Kesultan Sambas Sambas, Kalimantan Barat 1590-an M
54. Kesultanan Asahan Asahan 1630 M
55. Kesultanan Bima Bima 1640 M
56. Kerajaan Adonara Adonara, Jawa Barat 1650 M
57. Kesultanan Gowa Goa, Makasar 1666 M
58. Kesultanan Deli Deli, Sumatra Utara 1669 M
59. Kesultanan Palembang Palembang 1675 M
60. Kerajaan Kota Waringin Kalimantan Tengah 1679 M
61. Kesultanan Serdang Serdang, Sumatra Utara 1723 M
62. Kesultanan Siak Sri Indrapura Siak, Riau 1723 M
63. Kasunanan Surakarta Solo, Jawa Tengah 1745 M
64. Kesltn. Ngayogyakarto Hadiningrat Yogyakarta 1755 M
65. Praja Mangkunegaran Jawa Tengah-Yogyakarta 1757 M
66. Kesultanan Pontianak Kalimantan Barat 1771 M
67. Kerajaan Pagatan Tanah Bumbu, Kalsel 1775 M
68. Kesultanan Pelalawan Pelalawan, Riau 1811 M
69. Kadipaten Pakualaman Yogyakarta 1813 M
70. Kesultanan Sambaliung Gunung Tabur 1810 M
71. Kesultanan Gunung Tabur Gunung Tabur 1820 M
72. Kesultanan Riau Lingga Lingga, Riau 1824 M
73. Kesultanan Trumon Sumatra Utara 1831 M
74. Kerajaan Amanatum NTT 1832 M
75. Kesultanan Langkat Sumatra Utara 1877 M
76. Republik Indonesia Kepulauan Nusantara 17-8-1945
Sumber: http://www.wikipedia.com (dengan olahan), *Tahun berdiri berdasarkan tombo adat


Dalam catatan sejarah terdapat informasi yang terputus antara zaman pra sejarah dengan zaman Hindu/Budha. Namun dari Tabel 1 diatas dapat diperoleh gambaran bahwa peradaban Nusantara kuno bermula di Sumatra bagian tengah dan ujung barat pulau Jawa. Dari abad ke-1 sampai abad ke-4 daerah yang dihuni meliputi Jambi (kerajaan Melayu Tua), Lampung (Kepaksian Skala Brak Kuno), dan Banten (kerajaan Salakanegara). Untuk mengetahui peradaban awal Nusantara kemungkinan besar dapat diketahui melalui analisa keterkaitan tiga kerajaan tersebut.
Kerajaan Melayu Tua di Jambi

Di daerah Jambi terdapat tiga kerajaan Melayu tua yaitu, Koying, Tupo, dan Kantoli. Kerajaan Koying terdapat dalam catatan Cina yang dibuat oleh K'ang-tai dan Wan-chen dari wangsa Wu (222-208) tentang adanya negeri Koying. Tentang negeri ini juga dimuat dalam ensiklopedi T'ung-tien yang ditulis oleh Tu-yu (375-812) dan disalin oleh Ma-tu-an-lin dalam ensiklopedi Wen-hsien-t'ung-k'ao. Diterangkan bahwa di kerajaan Koying terdapat gunung api dan kedudukannya 5.000 li di timur Chu-po (Jambi). Di utara Koying ada gunung api dan di sebelah selatannya ada sebuah teluk bernama Wen. Dalam teluk itu ada pulau bernama P'u-lei atau Pulau. Penduduk yang mendiami pulau itu semuanya telanjang bulat, lelaki maupun perempuan, dengan kulit berwarna hitam kelam, giginya putih-putih dan matanya merah. Melihat warna kulitnya kemungkinan besar penduduk P'u-lei itu bukan termasuk rumpun Proto-Negrito atau Melayu Tua yang sebelumnya menghuni daratan Sumatera (Wikipedia, 2009).

Menurut data Cina Koying telah melakukan perdagangan dalam abad ke 3 M juga di Pasemah wilayah Sumatra Selatan dan Ranau wilayah Lampung telah ditemukan petunjuk adanya aktivitas perdagangan yang dilakukan oleh Tonkin atau Tongkin dan Vietnam atau Fu-nan dalam abad itu juga. Malahan keramik hasil zaman dinasti Han (abad ke 2 SM sampai abad ke 2 M) di temukan di wilayah Sumatera tertentu.

Adanya kemungkinan penyebaran berbagai negeri di Sumatera Tengah hingga Palembang di Selatan dan Sungai Tungkal di utara digambarkan oleh Obdeyn (1942), namun dalam gambar itu kedudukan negeri Koying tidak ada. Jika benar Koying berada di sebelah timur Tupo atau Thu-po, Tchu-po, Chu-po dan kedudukannya di muara pertemuan dua sungai, maka ada dua tempat yang demikian yakni Muara Sabak Zabaq, Djaba, Djawa, Jawa dan Muara Tembesi atau Fo-ts'I, San-fo-tsi', Che-li-fo-che sebelum seroang sampai di Jambi Tchan-pie, Sanfin, Melayur, Moloyu, Malalyu. Dengan demikian seolah-olah perpindahan Kerajaan Malayu Kuno pra-Sriwijaya bergeser dari arah barat ke timur mengikuti pendangkalan Teluk Wen yang disebabkan oleh sedimen terbawa oleh sungai terutama Batang Tembesi. Hubungan dagang secara langsung terjadi dalam perdagangan dengan negeri-negeri di luar di sekitar Teluk Wen dan Selat Malaka maka besar kemungkinan negeri Koying berada di sekitar Alam Kerinci.

Keberadaan Koying yang pernah dikenal di manca negara sampai abad ke 5 M sudah tidak kedengaran lagi. Diperkirakan setelah Koying melepaskan kekuasaanya atas kerajaan Kuntala, kejayaan pemerintahan Koying secara perlahan-lahan menghilang. Koying yang selama ini tersohor sebagai salah satu negara nusantara pemasok komoditi perdagangan manca negara sudah tidak disebut-sebut lagi. Keadaan seperti ini sebenarnya tidak dialami Koying saja, karena kerajaan lain pun yang pernah jaya semasa itu banyak pula yang mengalami nasib yang sama.

Namun yang jelas, di wilayah Alam Kerinci sebelum atau sekitar permulaan abad masehi telah terdapat sebuah pemerintahan berdaulat yang diakui keberadaanya oleh negeri Cina yang disebut dengan negeri Koying atau kerajaan Koying.
Kerajaan Kepaksian Sekala Brak

Sekala Brak adalah sebuah kerajaandi kaki Gunung Pesagi (gunung tertinggi di Lampung) yang menjadi cikal-bakal suku bangsa/etnis Lampung saat ini. Asal usul bangsa Lampung adalah dari Sekala Brak yaitu sebuah Kerajaan yang letaknya di dataran Belalau, sebelah selatan Danau Ranau yang secara administratif kini berada di Kabupaten Lampung Barat. Dari dataran Sekala Brak inilah bangsa Lampung menyebar ke setiap penjuru dengan mengikuti aliran Way atau sungai-sungai yaitu Way Komring, Way Kanan, Way Semangka, Way Seputih, Way Sekampung dan Way Tulang Bawang beserta anak sungainya, sehingga meliputi dataran Lampung dan Palembang serta Pantai Banten.

Dalam catatan Kitab Tiongkok kuno yang disalin oleh Groenevelt kedalam bahasa Inggris bahwa antara tahun 454 dan 464 Masehi disebutkan kisah sebuah Kerajaan Kendali yang terletak di antara pulau Jawa dan Kamboja. Hal ini membuktikan bahwa pada abad ke 3 telah berdiri Kerajaan Sekala Brak Kuno yang belum diketahui secara pasti kapan mulai berdirinya. Kerajaan Sekala Brak menjalin kerjasama perdagangan antar pulau dengan Kerajaan Kerajaan lain di Nusantara dan bahkan dengan India dan Negeri Cina.
Kerajaan Salakanegara

Kerajaan Salakanagara (Salaka=Perak) atau Rajatapura termasuk kerajaan Hindu. Ceritanya atau sumbernya tercantum pada Naskah Wangsakerta. Kerajaan ini dibangun tahun 130 Masehi yang terletak di pantai Teluk Lada (wilayah Kabupaten Pandeglang, Banten). Raja pertamanya yaitu Dewawarman yang memiliki gelar Prabu Darmalokapala Dewawarman Haji Rakja Gapura Sagara yang memerintah sampai tahun 168 M.

Dalam Babad suku Sunda, Kota Perak ini sebelumnya diperintah oleh tokoh Aki Tirem Sang Aki Luhur Mulya atau Aki Tirem, waktu itu kota ini namanya Pulasari. Aki Tirem menikahkan putrinya yang bernama Pohaci Larasati dengan Dewawarman. Dewawarman ini sebenarnya Pangeran yang asalnya dari negri Palawa di India Selatan. Daerah kekuasaan kerajaan ini meliputi semua pesisir selat Sunda yaitu pesisir Pandeglang, Banten ke arah timur sampai Agrabintapura (Gunung Padang, Cianjur), juga sampai selat Sunda hingga Krakatau atau Apuynusa (Nusa api) dan sampai pesisir selatan Swarnabumi (pulau Sumatra). Ada juga dugaan bahwa kota Argyre yang ditemukannya Claudius Ptolemalus tahun 150 M itu kota Perak atau Salaknagara ini. Dalam berita Cina dari dinasti Han, ada catatan dari raja Tiao-Pien (Tiao=Dewa, Pien=Warman) dari kerajaan Yehtiao atau Jawa, mengirim utusan/duta ke Cina tahun 132 M.
Mitologi Minangkabau

Orang Minangkabau mengakui bahwa mereka merupakan keturunan Raja Iskandar Zulqarnaen (Alexandre the Great) Raja Macedonia yang hidup 354-323 SM. Dia seorang raja yang sangat besar dalam sejarah dunia. Sejarahnya merupakan sejarah yang penuh dengan penaklukan daerah timur dan barat yang tiada taranya. Dia berkeinginan untuk menggabungkan kebudayaan barat dengan kebudayaan timur.

Dalam Tambo disebutkan bahwa Iskandar Zulkarnain mempunyai tiga anak, yaitu Maharajo Alif, Maharajo Dipang, dan Maharajo Dirajo. Maharajo Alif menjadi raja di Benua Ruhun (Romawi), Maharajo Dipang menjadi raja di negeri Cina, sedangkan Maharajo Dirajo menjadi raja di Pulau Emas (Sumatera).

Kalau kita melihat kalimat-kalimat tambo sendiri, maka dikatakan sebagai berikut: "…Tatkala maso dahulu, batigo rajo naiek nobat, nan surang Maharajo Alif, nan pai ka banda Ruhum, nan surang Maharajo Dipang nan pai ka Nagari Cino, nan surang Maharajo Dirajo manapek ka pulau ameh nan ko…" (pada masa dahulu kala, ada tiga orang yang naik tahta kerajaan, seorang bernama Maharaja Alif yang pergi ke negeri Ruhum (Eropa), yang seorang Maharajo Dipang yang pergi ke negeri Cina, dan seorang lagi bernama Maharajo Dirajo yang menepat ke pulau Sumatera).

Dalam versi lain diceritakan, seorang penguasa di negeri Ruhum (Rum) mempunyai seorang putri yang sangat cantik. Iskandar Zulkarnain menikah dengan putri tersebut. Dengan putri itu Iskandar mendapat tiga orang putra, yaitu Maharaja Alif, Maharaja Depang, dan Maharaja Diraja. Setelah ketiganya dewasa Iskandar berwasiat kepada ketiga putranya sambil menunjuk-nunjuk seakan-akan memberitahukan ke arah itulah mereka nanti harus berangkat melanjutkan kekuasaannya. Kepada Maharaja Alif ditunjuk kearah Ruhum, Maharaja Depang negeri Cina, Maharaja Diraja ke Pulau Emas (Nusantara).

Setelah Raja Iskandar wafat, ketiga putranya berangkat menuju daerah yang ditunjukkan oleh ayahnya. Maharaja Diraja membawa mahkota yang bernama "mahkota senggahana", Maharaja Depang membawa senjata bernama "jurpa tujuh menggang", Maharaja Alif membawa senjata bernama "keris sempana ganjah iris" dan lela yang tiga pucuk. Sepucuk jatuh ke bumi dan sepucuk kembali ke asalnya jadi mustika dan geliga dan sebuah pedang yang bernama sabilullah.

Berlayarlah bahtera yang membawa ketiga orang putra itu ke arah timur, menuju pulau Langkapuri. Setibanya di dekat pulau Sailan ketiga saudara itu berpisah, Maharaja Depang terus ke Negeri Cina, Maharaja Alif kembali ke negeri Ruhum, dan Maharaja Diraja melanjutkan pelayaran ke tenggara menuju sebuah pulau yang bernama Jawa Alkibri atau disebut juga dengan Pulau Emas (Andalas atau Sumatra sekarang). Setelah lama berlayar kelihatanlah puncak gunung merapi sebesar telur itik, maka ditujukan bahtera kesana dan berlabuh didekat puncak gunung itu. Seiring menyusutnya air laut mereka berkembang di sana.

Dari keterangan Tambo itu tidak ada dikatakan angka tahunnya hanya dengan istilah "Masa dahulu kala" itulah yang memberikan petunjuk kepada kita bahwa kejadian itu sudah berlangsung sangat lama sekali, sedangkan waktu yang mencakup zaman dahulu kala itu sangat banyak sekali dan tidak ada kepastiannya. Kita hanya akan bertanya-tanya atau menduga-duga dengan tidak akan mendapat jawaban yang pasti. Di kerajaan Romawi atau Cina memang ada sejarah raja-raja yang besar, tetapi raja mana yang dimaksudkan oleh Tambo tidak kita ketahui. Dalam hal ini rupanya Tambo Alam Minangkabau tidak mementingkan angka tahun selain dari mementingkan kebesaran kemasyuran nama-nama rajanya.
Mitologi Lubuk Jambi[2]

Pulau Perca adalah salah satu sebutan dari nama Pulau Sumatera sekarang. Pulau ini telah berganti-ganti nama sesuai dengan perkembangan zaman. Diperkirakan pulau ini dahulunya merupakan satu benua yang terhampar luas di bagian selatan belahan bumi. Karena perubahan pergerakan kulit bumi, maka ada benua-benua yang tenggelam ke dasar lautan dan timbul pulau-pulau yang berserakan. Pulau Perca ini timbul terputus-putus berjejer dari utara ke selatan yang dibatasi oleh laut. Pada waktu itu Pulau Sumatera bagaikan guntingan kain sehingga pulau ini diberi nama Pulau Perca. Pulau Sumatera telah melintasi sejarah berabad-abad lamanya dengan beberapa kali pergantian nama yaitu: Pulau Perca, Pulau Emas (Swarnabumi), Pulau Andalas dan terakhir Pulau Sumatra.

Pulau Perca terletak berdampingan dengan Semenanjung Malaka yang dibatasi oleh Selat Malaka dibagian Timur dan Samudra Hindia sebelah barat sebagai pembatas dengan Benua Afrika. Pulau Perca berdekatan dengan Semenanjung Malaka, maka daerah yang dihuni manusia pertama kalinya berada di Pantai Timur Pulau Perca karena lebih mudah dijangkau dari pada Pantai bagian barat. Pulau Perca yang timbul merupakan Bukit Barisan yang berjejer dari utara ke selatan, dan yang paling dekat dengan Semenanjung Malaka adalah Bukit Barisan yang berada di Kabupaten Kuantan Singingi sekarang, tepatnya adalah Bukit Bakau yang bertalian dengan Bukit Betabuh dan Bukit Selasih (sekarang berada dalam wilayah Kenagorian Koto Lubuk Jambi Gajah Tunggal, Kecamatan Kuantan Mudik, Kabupaten Kuantan Singingi, Propinsi Riau), sedangkan daratan yang rendah masih berada di bawah permukaan laut.

Nenek moyang Lubuk Jambi diyakini berasal dari keturunan waliyullah Raja Iskandar Zulkarnain. Tiga orang putra Iskandar Zulkarnain yang bernama Maharaja Alif, Maharaja Depang dan Maharaja Diraja berpencar mencari daerah baru. Maharaja Alif ke Banda Ruhum, Maharaja Depang ke Bandar Cina dan Maharaja Diraja ke Pulau Emas (Sumatra). Ketika berlabuh di Pulau Emas, Maharaja Diraja dan rombongannya mendirikan sebuah kerajaan yang dinamakan dengan Kerajaan Kandis yang berlokasi di Bukit Bakar/Bukit Bakau. Daerah ini merupakan daerah yang hijau dan subur yang dikelilingi oleh sungai yang jernih.

Maharaja Diraja sesampainya di Bukit Bakau membangun sebuah istana yang megah yang dinamakan dengan Istana Dhamna. Putra Maharaja Diraja bernama Darmaswara dengan gelar Mangkuto Maharaja Diraja (Putra Mahkota Maharaja Diraja) dan gelar lainnya adalah Datuk Rajo Tunggal (lebih akrab dipanggil). Datuk Rajo Tunggal memiliki senjata kebesaran yaitu keris berhulu kepala burung garuda yang sampai saat ini masih dipegang oleh Danial gelar Datuk Mangkuto Maharajo Dirajo. Datuk Rajo Tunggal menikah dengan putri yang cantik jelita yang bernama Bunda Pertiwi. Bunda Pertiwi bersaudara dengan Bunda Darah Putih. Bunda Darah Putih yang tua dan Bunda Pertiwi yang bungsu. Setelah Maharaja Diraja wafat, Datuk Rajo tunggal menjadi raja di kerajaan Kandis. Bunda Darah Putih dipersunting oleh Datuk Bandaro Hitam. Lambang kerajaan Kandis adalah sepasang bunga raya berwarna merah dan putih.

Kehidupan ekonomi kerajaan Kandis ini adalah dari hasil hutan seperti damar, rotan, dan sarang burung layang-layang, dan dari hasil bumi seperti emas dan perak. Daerah kerajaan Kandis kaya akan emas, sehingga Rajo Tunggal memerintahkan untuk membuat tambang emas di kaki Bukit Bakar yang dikenal dengan tambang titah, artinya tambang emas yang dibuat berdasarkan titah raja. Sampai saat ini bekas peninggalan tambang ini masih dinamakan dengan tambang titah.

Hasil hutan dan hasil bumi Kandis diperdagangkan ke Semenanjung Melayu oleh Mentri Perdagangan Dt. Bandaro Hitam dengan memakai ojung atau kapal kayu. Dari Malaka ke Kandis membawa barang-barang kebutuhan kerajaan dan masyarakat. Demikianlah hubungan perdagangan antara Kandis dan Malaka sampai Kandis mencapai puncak kejayaannya. Mentri perdagangan Kerajaan Kandis yang bolak-balik ke Semenanjung Malaka membawa barang dagangan dan menikah dengan orang Malaka. Sebagai orang pertama yang menjalin hubungan perdagangan dengan Malaka dan meninggalkan cerita Kerajaan Kandis dengan Istana Dhamna kepada anak istrinya di Semenanjung Melayu.

Dt. Rajo Tunggal memerintah dengan adil dan bijaksana. Pada puncak kejayaannya terjadilah perebutan kekuasaan oleh bawahan Raja yang ingin berkuasa sehingga terjadi fitnah dan hasutan. Orang-orang yang merasa mampu dan berpengaruh berangsur-angsur pindah dari Bukit Bakar ke tempat lain di antaranya ke Bukit Selasih dan akhirnya berdirilah kerajaan Kancil Putih di Bukit Selasih tersebut.

Air laut semakin surut sehingga daerah Kuantan makin banyak yang timbul. Kemudian berdiri pula kerajaan Koto Alang di Botung (Desa Sangau sekarang) dengan Raja Aur Kuning sebagai Rajanya. Penyebaran penduduk Kandis ini ke berbagai tempat yang telah timbul dari permukaan laut, sehingga berdiri juga Kerajaan Puti Pinang Masak/Pinang Merah di daerah Pantai (Lubuk Ramo sekarang). Kemudian juga berdiri Kerajaan Dang Tuanku di Singingi dan kerajaan Imbang Jayo di Koto Baru (Singingi Hilir sekarang).

Dengan berdirinya kerajaan-kerajaan baru, maka mulailah terjadi perebutan wilayah kekuasaan yang akhirnya timbul peperangan antar kerajaan. Kerajaan Koto Alang memerangi kerajaan Kancil Putih, setelah itu kerajaan Kandis memerangi kerajaan Koto Alang dan dikalahkan oleh Kandis. Kerajaan Koto Alang tidak mau diperintah oleh Kandis, sehingga Raja Aur Kuning pindah ke daerah Jambi, sedangkan Patih dan Temenggung pindah ke Merapi.

Kepindahan Raja Aur Kuning ke daerah Jambi menyebabkan Sungai yang mengalir di samping kerajaan Koto Alang diberi nama Sungai Salo, artinya Raja Bukak Selo (buka sila) karena kalah dalam peperangan. Sedangkan Patih dan Temenggung lari ke Gunung Merapi (Sumatra Barat) di mana keduanya mengukir sejarah Sumatra Barat, dengan berganti nama Patih menjadi Dt. Perpatih nan Sabatang dan Temenggung berganti nama menjadi Dt. Ketemenggungan.

Tidak lama kemudian, pembesar-pembesar kerajaan Kandis mati terbunuh diserang oleh Raja Sintong dari Cina belakang, dengan ekspedisinya dikenal dengan ekspedisi Sintong. Tempat berlabuhnya kapal Raja Sintong, dinamakan dengan Sintonga. Setelah mengalahkan Kandis, Raja Sintong beserta prajuritnya melanjutkan perjalanan ke Jambi. Setelah kalah perang pemuka kerajaan Kandis berkumpul di Bukit Bakar, kecemasan akan serangan musuh, maka mereka sepakat untuk menyembunyikan Istana Dhamna dengan melakukan sumpah. Sejak itulah Istana Dhamna hilang, dan mereka memindahkan pusat kerajaan Kandis ke Dusun Tuo (Teluk Kuantan sekarang).
METODOLOGI PENELITIAN

Penelitian ini dikelompkkan menjadi dua, yaitu penelitian pendahuluan dan penelitian lanjutan. Penelitian pendahuluan terdiri dari mengumpulkan cerita/tombo/mitologi di daerah Lubuk Jambi dengan melakukan wawancara dengan pemangku adat setempat. Kemudian melakukan analisis topografi untuk mencari titik lokasi yang diduga kuat sebagai lokasi kerajaan. Tahap berikutnya adalah melakukan ekspedisi/pencarian lokasi. Penelitian lanjutan adalah penelitian arkeologis untuk membuktikan kebenaran cerita/tombo. Data yang didapatkan di lokasi dianalisis dan dicari keterkaitannya dengan bukti sejarah dan cerita di daerah sekitarnya (Jambi dan Minangkabau). Penelitian pendahuluan mulai dilaksanakan pada bulan September 2008 sampai April 2009, sementara penelitian lanjutan belum dilaksanakan karena keterbatasan sumberdaya.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Deskripsi Lokasi Kerajaan Kandis

Analisis topografi yang dilakukan pada peta satelit yang diambil dari google earth, ditemukan lokasi yang dicirikan di dalam tombo/cerita (bukit yang dikelilingi oleh sungai). Daerah tersebut berada pada titik 0042'58 LS dan 101020'14 BT (Gambar 1) atau berada hampir di titik tengah pulau Sumatra (perbatasan Sumatra Barat dan Riau). Lokasinya berada di tengah hutan adat Lubuk Jambi, oleh pemerintah dijadikan sebagai kawasan hutan lindung yang dinamakan dengan hutan lindung Bukit Betabuh. Jarak lokasi dari jalan lintas tengah Sumatra lebih kurang 10 km ke arah barat, dengan topografi perbukitan.








Gambar 1 Hipotesa Lokasi Istana Dhamna

Pencarian lokasi/ekspedisi dilakukan dengan peralatan navigasi darat sederhana, yaitu menggunakan peta, kompas, dan teropong binokuler. Pada lokasi yang dituju, ditemukan hal-hal yang mencirikan bukit tersebut sebagai peninggalan peradaban manusia. Lebih kurang 2 km sebelum Bukit Bakar ditemukan batu karst/karang laut yang berjejer, batu ini diduga sebagai pagar lingkar luar kerajaan (Gambar 2)


Gambar 2 Batu Karst yang diduga sebagai pagar lingkar luar kerajaan

Pada bukit yang dikelilingi oleh sungai yang sangat jernih, pada bagian puncaknya ditemukan batu karst yang memenuhi puncak bukit (Gambar 3). Batu karst itu pada lereng bagian timur dan utara tersingkap, sedangkan lereng selatan dan barat tertimbun. Lereng tenggara ditemukan seperti tiang batu yang diduga bekas menara istana (Gambar 4).



Gambar 3 Batu Karst yang memenuhi puncak bukit

Gambar 4 Tiang batu yang diduga bekas menara istana

Pada lereng timur bukit sebelah atas kira-kira 1200 m dari sungai ditemukan mulut goa yang diduga pintu istana, akan tetapi pintu ini pada bagian dalam sudah tertutup oleh reruntuhan batu. Pintu goa ini tingginya 5 meter dengan ruangan di dalamnya sejauh 3 meter, dan dalam goa tersebut terlihat seperti ada ruangan besar di dalamnya namun sudah tertutup (Gambar 5).

Gambar 5 Mulut goa yang diduga pintu masuk istana

Pada lereng bukit bagian selatan sampai ke barat ditemukan teras sebanyak tiga tingkat, diduga bekas cincin air (Gambar 6), sementara lereng utara sampai timur sangat curam dan terlihat seperti terjadi erosi yang parah. Teras ini lebarnya rata-rata 4 m, jarak antara sungai dengan teras pertama kira-kira 200 m, teras pertama dengan teras kedua kira-kira 400 m, teras kedua dengan teras ketiga kira-kira 500 m dan panjang lereng diperkirakan 1500 m. Berdasarkan analisa di peta bukit ini dari timur ke barat berdiameter 3000 m, dan dari utara ke selatan berdiameter 3000 m, beda elevasi antara sungai dengan puncak bukit 245 m. Pada lereng barat daya, kira-kira pada ketinggian lereng 800 m ditemukan mata air yang mengalir deras. Ukuran ini berdasarkan perkiraan di lapangan dan pengukuran di peta satelit. Untuk mendapatkan ukuran sebenarnya perlu pengukuran dilapangan.

Gambar 6 Teras yang diduga bekas cincin air

Gambar 7 Sketsa Lokasi situs kerajaan Kandis

Melihat ciri-ciri atau karakter lokasi, lokasi ini sangat mirip dengan sketsa kerajaan Atlantis yang ditulis dalam mitologi Yunani "Timeus dan Critias" karya Plato (360 SM). Mitologi ini menyebutkan "Poseidon mengukir gunung tempat kekasihnya tinggal menjadi istana dan menutupnya dengan tiga parit bundar yang lebarnya meningkat, bervariasi dari satu sampai tiga stadia dan terpisah oleh cincin tanah yang besarnya sebanding". Bangsa Atlantis lalu membangun jembatan ke arah utara dari pegunungan, membuat rute menuju sisa pulau. Mereka menggali kanal besar ke laut, dan di samping jembatan, dibuat gua menuju cincin batu sehingga kapal dapat lewat dan masuk ke kota di sekitar pegunungan; mereka membuat dermaga dari tembok batu parit. Setiap jalan masuk ke kota dijaga oleh gerbang dan menara, dan tembok mengelilingi setiap cincin kota. Tembok didirikan dari bebatuan merah, putih dan hitam yang berasal dari parit, dan dilapisi oleh kuningan, timah dan orichalcum (perunggu atau kuningan). Ada kemiripan mitologi ini dengan mitologi yang ada di Lubuk Jambi.

Gambar 8 Perspektif Istana Dhamna menggunakan Sketsa Kerajaan Atlantis

Ini hanya sebuah dugaan yang belum dibuktikan secara ilmiah, oleh karena itu perlu dilakukan penelitian lebih lanjut. Survei arkeologi yang dilakukan ke lokasi belum bisa menyimpulkan lokasi ini sebagai peninggalan kerajaan karena belum cukup barang bukti untuk menyimpulkan seperti itu. Namun sudah dapat dipastikan bahwa daerah tersebut pernah dihuni atau disinggahi manusia dulunya.
Analisa Mitologi Minangkabau vs Mitologi Lubuk Jambi

Terlepas dari benar tidaknya sebuah mitologi, kesamaan cerita dalam mitos tersebut akan mengantarkan pada suatu titik terang. Tambo Minangkabau begitu indah didengar ketika pesta nikah kawin dalam bentuk pepatah adat menunjukkan kegemilangan masa lalu. Tambo Minangkabau dan Tombo Lubuk Jambi, dua cerita yang bertolak belakang. Minangkabau mengatakan bahwa nenek moyangnya adalah Sultan Maharaja Diraja putra Iskandar Zulkarnain yang berlabuh di puncak gunung merapi. Air laut semakin surut keturunan Maharaja Diraja berkembang di sana hingga menyebar kebeberapa daerah di Sumatra. Lain halnya dengan tambo Lubuk Jambi, tambo itu mengatakan bahwa nenek moyangnya adalah Maharaja Diraja putra Iskandar Zulkarnain, berlabuh di Bukit Bakar dan membangun peradaban di sana. Dari Lubuk Jambi keturunan-keturunannya menyebar ke Minangkabau dan Jambi. Namun tambo tidak menyebutkan tahun. Itulah sebabnya daerah ini dinamakan Lubuk Jambi yang berarti asalnya (lubuk) orang-orang Jambi. Menurut ceritanya, Kandis sejak kalah perang dalam ekspedisi Sintong dan penyembunyian peradaban mereka ceritanya disampaikan secara rahasia dari generasi ke generasi oleh Penghulu Adat atau dikenal dalam istilahnya "Rahasio Penghulu". Namun kebenaran cerita rahasia ini perlu dibuktikan.

Dari kedua tambo tersebut di atas, dapat ditarik benang merah yaitu "sama-sama menyebutkan bahwa nenek moyang mereka adalah Iskandar Zulkarnain". Tapi dalam catatan sejarah yang diketahui Iskandar Zulkarnain (Alexander the Great/ Alexander Agung) tidak mempunyai keturunan.
Plato-Atlantis-Iskandar Zulkarnain-Kandis

Plato, filosof kelahiran Yunani (Greek philosopher) yang hidup 427-347 Sebelum Masehi (SM). Plato adalah salah seorang murid Socrates, filosof arif bijaksana, yang kemudian mati diracun oleh penguasa Athena yang zalim pada tahun 399 SM. Plato sering bertualang, termasuk perjalanannya ke Mesir. Pada tahun 387 SM dia mendirikan Academy di Athena, sebuah sekolah ilmu pengetahuan dan filsafat, yang kemudian menjadi model buat universitas moderen. Murid yang terkenal dari Academy tersebut adalah Aristoteles yang ajarannya punya pengaruh yang hebat terhadap filsafat sampai saat ini.

Dengan adanya Academy, banyak karya Plato yang terselamatkan. Kebanyakan karya tulisnya berbentuk surat-surat dan dialog-dialog, yang paling terkenal mungkin adalah Republic. Karya tulisnya mencakup subjek yang terentang dari ilmu pengetahuan sampai kepada kebahagiaan, dari politik hingga ilmu alam. Dua dari dialognya "Timeus dan Critias" memuat satu-satunya referensi orisinil tentang pulau Atlantis.

Bagaimana hubungannya dengan Iskandar Zulkarnain, Iskandar adalah anak dari Raja Makedonia, Fillipus II. Ketika berumur 13 tahun, Raja Filipus mempekerjakan filsuf Yunani terkenal, Aristoteles, untuk menjadi guru pribadi bagi Iskandar. Dalam tiga tahun, Aristoteles mengajarkan berbagai hal serta mendorong Iskandar untuk mencintai ilmu pengetahuan, kedokteran, dan filosofi.

Iskandar Zulkarnain murid dari Aristoteles, dan Aristoteles murid dari Plato. Dari hubungan ini dapat diduga bahwa keturunan Iskandar Zulkarnain yang sampai ke Lubuk Jambi terinspirasi untuk membangun sebuah peradaban/Negara yang ideal seperti Atlantis. Maka mereka membangun sebuah istana dhamna "sebuah replika Atlantis". Namun semua ini masih perlu pengkajian yang lebih mendalam.
KESIMPULAN

Dari penelitian pendahuluan ini dapat disimpulkan sebagai berikut:
Bukit yang terletak pada 0042'58 LS dan 101020'14 BT diduga sebagai situs peninggalan Kandis yang dimaksudkan didalam tombo/cerita adat.
Kerajaan Kandis diduga sebagai peradaban awal di nusantara.
Kerajaan Kandis merupakan replika dari kerajaan Atlantis yang hilang.

Kesimpulan ini masih bersifat dugaan atau hipotesa untuk melakukan penelitian selanjutnya. Oleh karena itu penelitian arkeologis akan menjawab kebenaran dugaan dan kebenaran tombo/mitos yang ada ditengah-tengah masyarakat.
UCAPAN TERIMA KASIH

Penulis mengucapkan terima kasih kepada Pemangku Adat Kenogorian Lubuk Jambi Gajah Tunggal (Mahmud Sulaiman Dt. Tomo, Syamsinar Dt. Rajo Suaro, Danial Dt. Mangkuto Maharajo Dirajo, Sualis Dt. Paduko Tuan, dan Hardimansyah Dt. Gonto Sembilan), Drs. Sukarman, Mistazul Hanim, Nurdin Yakub Dt. Tambaro, Abdul Aziz Dt. Dano, Bastian Dt. Paduko Sinaro, Ramli Dt. Meloan, Marjalis Dt. Rajo Bandaro, dan Syaiful Dt. Paduko. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada Meutia Hestina, Apriwan Bandaro, dan teman-teman yang membantu penulis dalam ekspedisi: Mudarman, bang Sosmedi, Yogie, Nepriadi, Zeswandi, bang Izul, Diris, Ikos, dan Yusran. Mas Sam dan Erli terima kasih atas informasinya.
DAFTAR PUSTAKA

Datoek Toeah. 1976. Tambo Alam Minangkabau. Pustaka Indonesia. Bukit Tinggi.

Graves, E. E. 2007. Asal-usul Elite Minangkabau Modern. Yayasan Obor Indonesia. Jakarta.

Hall, D. G. E. tanpa tahun. Sejarah Asia Tenggara. Usaha Nasional. Surabaya.

Kristy, R (Ed). 2007. Alexander the Great. Gramedia. Jakarta.

Kristy, R (Ed). 2006. Plato Pemikir Etika dan Metafisika. Gramedia. Jakarta.

Marsden, W. 2008. Sejarah Sumatra. Komunitas Bambu. Depok.

Olthof, W.L. 2008. Babad Tanah Jawi. Penerbit Narasi. Yogyakarta.

Samantho, A. Y. 2009. Misteri Negara Atlantis mulai tersingkap?. Majalah Madina Jakarta. Terbit Mei 2009.

Suwardi MS. 2008. Dari Melayu ke Indonesia. Penerbit Pustaka Pelajar Yogyakarta.

Wikipedia. Ensiklopedi Bebas. http://wikipedia.org.

[1]Koordinator Tim Penelusuran Peninggalan Kerajaan Kandis di Lubuk Jambi Negeri Gajah Tunggal, Kecamatan Kuantan Mudik Kabupaten Kuantan Singingi Propinsi Riau

[2] Dikumpulkan dari cerita yang diwarisi secara turun temurun oleh Penghulu Adat Lubuk Jambi

Tuesday, January 11, 2011

Novel Interlok mangsa politik



Novel Interlok mangsa politik
Oleh NIZAM YATIM
nizam.yatim@utusan.com.my
ADAKAH ahli politik kita sudah ketandusan isu. Itulah persoalan yang bermain di dalam fikiran apabila tercetusnya isu penggunaan novel Interlok sebagai salah satu teks untuk komponen sastera (Komsas) dalam mata pelajaran Bahasa Malaysia Tingkatan Lima bermula tahun ini.
Isu berkenaan mula tercetus apabila akhbar Makkal Osai pada 15 Disember lalu menerbitkan berita bertajuk Batalkan buku teks sejarah yang mempunyai kandungan kejian agama Hindu pada muka depannya.
Laporan memetik Timbalan Menteri di Jabatan Perdana Menteri, Datuk T. Murugiah sebagai berkata, penggunaan novel yang mengandungi teks yang mengeji kaum India dan nama kasta yang memalukan agama Hindu harus dibatalkan serta-merta.
Berita sama turut disiarkan oleh akhbar Tamil Nesan dan Malaysia Nanban sehingga menyebabkan para pemimpin MIC, Parti Progresif Penduduk dan Parti Makkal Sakti menyuarakan bantahan mereka.
Kemuncak perasaan tidak berpuas hati itu adalah pada Sabtu lalu apabila kira-kira 100 penduduk berketurunan India mengadakan demonstrasi sambil membakar novel itu dan salinan gambar penulisnya, Sasterawan Negara, Datuk Abdullah Hussain di hadapan Dewan Sentosa, Majlis Perbandaran Klang (MPK), Selangor.
Yang menjadi persoalan adalah, demonstrasi itu turut dihadiri ahli politik Pas dan DAP iaitu Ahli Parlimen Kota Raja, Dr. Siti Mariah Mahmud dan Ahli Dewan Undangan Negeri (ADUN) Kota Alam Shah, M. Manoharan.
Kehadiran mereka menimbulkan tanda tanya adakah ahli politik kita kini ketandusan isu dan terpaksa memanipulasi fakta yang terkandung dalam karya seorang Sasterawan Negara yang diterbitkan pada 1971 bagi meraih sokongan.
Jika karya ini dianggap bersifat perkauman dan menyentuh sensitiviti agama, kenapa tiada bantahan sepanjang 40 tahun novel yang memenangi hadiah sagu hati Sayembara Menulis Novel sempena 10 tahun merdeka berada dalam pasaran.
Interlok yang bermaksud 'jalinan ke arah keharmonian dalam masyarakat' yang diterbitkan oleh Dewan Bahasa dan Pustaka (DBP) memaparkan tema mengenai integrasi tiga kaum iaitu Melayu, Cina dan India seawal tahun 1900-an hingga merdeka.
Mengulas isu berkenaan, Presiden Persatuan Penulis Nasional Malaysia (Pena), Mohamad Saleeh Rahamad menegaskan, Interlok tidak menghina mana-mana kaum kerana ia menggambarkan sejarah dan realiti sosial yang berlaku selain menonjolkan gagasan perpaduan bagi negara yang baru dibentuk dan berdaulat.
Beliau yang mahukan kemurnian novel itu dikekalkan tanpa sebarang perubahan berkata, jika kerajaan beralah kepada tuntutan itu, bermakna pemerintah mengakui dakwaan pihak berkenaan, yang sebenarnya tidak berasas sama sekali.
''Sebarang campur tangan politik berdasarkan kepentingan peribadi dan perkauman dalam bidang persuratan dan pendidikan secara keterlaluan akan menimbulkan kekeliruan dan pergeseran tidak berkesudahan," katanya yang juga pensyarah Pengajian Media di Universiti Malaya (UM).
Pandangan Mohamad Saleeh turut disokong oleh Felo Penyelidik Utama dan Profesor Sosiolinguistik Bahasa Melayu Institut Alam dan Tamadun Melayu (Atma), Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), Prof. Dr. Teo Kok Seong.
Kok Seong berkata, Interlok merupakan bahan bacaan cukup baik terutama bagi memahami asas-asas perpaduan di negara ini kerana ia memuatkan watak pelbagai kaum termasuk Melayu, India dan Cina.
''Saya diberitahu, ia merupakan peristiwa benar yang diceritakan oleh seorang pensyarah berketurunan India dari UM kepada Abdullah mengenai struktur masyarakat keturunan itu ketika mula-mula datang ke Tanah Melayu.
''Justeru, pendedahan yang dibuat menerusi novel ini bukan bertujuan memalukan kaum India, sebaliknya ia boleh diambil iktibar terutama dalam memahami kesengsaraan kaum ini ketika berhijrah ke sini dahulu," katanya.
Kok Seong turut kesal dengan tindakan membakar novel berkenaan kerana berpendapat ia boleh membawa kesan yang buruk kepada keharmonian dan perpaduan di kalangan rakyat pelbagai kaum di negara ini.
''Kita perlu sedar bahawa karya ini dihasilkan oleh seorang penulis yang bukan calang-calang orang. Penulisnya bertaraf Sasterawan Negara. Sudah semestinya, novel itu dihasilkan dengan rasa penuh bertanggungjawab," ujar beliau.
Sementara itu, Munsyi DBP, Abdul Ghalib Yunus yang akan membentangkan kertas kerja mewakili para guru pada Wacana Interlok anjuran Koperasi Buku Malaysia Berhad pada 26 Januari ini berkata, petikan yang menjadi pertikaian adalah pada halaman 211 iaitu:
''Satu perkara besar yang membuatkan mereka senang bergaul adalah kerana mereka tergolong dalam satu kasta paria. Mereka tidak perlu akan mengotori sesiapa kalau bersentuhan, mereka juga bebas bergaul. Tempat di dalam kapal itu tidak teratur. Mereka berasak-asak seperti kambing."
Abdul Ghalib berkata, berdasarkan kefahamannya terhadap petikan itu, penulis tidak pernah menuduh bahawa semua kaum India di negara ini daripada keturunan yang berkasta rendah.
''Perkara yang dinyatakan dalam novel ini, berkaitan golongan berkasta paria hanya melibatkan sekumpulan kecil orang India yang berada di dalam kapal tersebut.
''Semua perlu ingat bahawa kedatangan orang India ke negara kita terdiri daripada pelbagai golongan sama ada buruh, kelas sederhana atau profesional," katanya.
Sementara itu, penulis, Rejab Ismail atau lebih dikenali dengan nama Rejab F.I. berkata, Abdullah merupakan seorang yang berpengalaman luas dalam bidang Sejarah dan apa yang ditulis beliau adalah sesuatu yang bertepatan dengan situasi dan latar sejarah ketika itu.
''Abdullah bukan menulis sesuatu yang berlaku sekarang, tetapi bercerita tentang sejarah. Maka khalayak pembaca dari segenap bangsa harus menerima ia sebagai satu hakikat sebenar," kata beliau.
Sebenarnya, terlalu banyak hujah ilmiah bagi menyokong Interlok. Justeru, kerajaan tidak boleh berlembut dengan oportunis politik yang sengaja melihat setiap perkara dari sudut pandangan penuh prasangka perkauman dan keagamaan.
Jika perbuatan ini dibiarkan, entah apa lagi isu yang akan dibangkitkan walaupun ia sebenarnya bukan isu. Janganlah kita biarkan Sasterawan Negara ini terus menangis.

Friday, December 31, 2010

Bukan masa eksperimen


Bukan masa eksperimen
2011/01/01/BHarian Online

Perdana Menteri dalam perutusan Tahun Baru 2011, berkata ini bukan masa bereksperimen tetapi waktu memperbaharui kepercayaan dan mengukuhkan keyakinan kepada apa yang sudah terbukti berkesan.

“Janganlah kita hanya berpuas hati dan berpeluk tubuh menjadi pengkritik di tepian, tetapi marilah kita corakkan masa depan generasi hari muka kepada yang lebih baik daripada hari ini.

“Kuasa membentuk adalah di tangan rakyat. Tunaikan tanggungjawab ini sebaik-baiknya,” katanya.

Najib juga mengingatkan generasi kini supaya tidak memperdagangkan atau mempertaruhkan nasib generasi akan datang dengan membuat keputusan yang salah.

Katanya, dalam menguruskan negara, terutama ekonomi, kerajaan sentiasa mengamalkan sikap penuh kebertanggungjawaban.
“Sebagai kerajaan yang begitu prihatin dalam meresapi nadi dan naluri rakyat, kita tidak sekali-kali akan membelakangkan kepentingan orang ramai dengan menjanjikan sesuatu atau mengambil sebarang keputusan yang pada mata kasarnya popular, namun hakikatnya menjejaskan kepentingan semua kaum pada kemudian hari," katanya.

Perdana Menteri berkata, kerajaan yang menggubal atau menjanjikan dasar bersifat popular, tetapi tidak bertanggungjawab mungkin mendapat pengiktirafan atau sanjungan jangka pendek, tetapi bagi tempoh masa panjang, rakyat akan menderita.

"Mengambil iktibar daripada kekhilafan sekeliling, sepanjang 2010, kita sudah merancang asas yang kukuh bagi menentukan keseluruhan potensi dan sumber negara mampu dirangsang serta diaturgerakkan ke arah tercapainya wawasan kebangsaan," katanya.

Antara yang diperkenalkan termasuk pelancaran Program Transformasi Kerajaan (GTP) bersama enam Bidang Keberhasilan Utama Negara (NKRA), Program Transformasi Ekonomi (ETP) dan 12NKEAnya, sebagai teras kepada Model Baru Ekonomi, Rancangan Malaysia Ke-10 dan Bajet 2011 – yang akan mengangkat taraf dan mutu hidup rakyat.

“Sejak sekian lama, kerajaan yang diberi mandat telah mentadbir dan berusaha dengan ikhlas untuk memberikan yang terbaik kepada keperluan rakyat serta kemajuan negara.

“Sayangnya ada pihak menangguk di air keruh dengan sewenang-sewenangnya menuduh kerajaan hanya berminat terhadap projekmega yang sesungguhnya tidak benar sama sekali,” katanya.

Sinis menepis kritikan beberapa pihak, khususnya pembangkang, mengenai pembinaan beberapa projek seperti Lebuhraya Utara Selatan (PLUS), Menara Berkembar Petronas dan Jabatan Pulau Pinang, Najib berkata, pihak sama kini tersipu-sipu malu dan terkesima untuk mengakui kesilapan mereka kerana terbukti projek itu memberi manfaat kepada rakyat.

"Persoalannya jika pendapat mereka terbukti salah dalam perkara yang sebegitu besar, bagaimanakah mungkin rakyat boleh mempercayai lagi sebarang janji mereka?

"Apatah lagi baru-baru ini janji 100 hari mereka yang hanya menambah perbelanjaan tanpa mengambil kira realiti pendapatan serta punca kewangan negara," kata Perdana Menteri.

Najib yang berharap rakyat mampu melihat dan menilai ‘yang mana kaca, yang mana permata’, berkata kerajaan sejak dulu memberi perhatian untuk memastikan pertumbuhan ekonomi mapan. – BERNAMA

Najib ajak rakyat Malaysia corak masa depan lebih baik
Agenda Daily OnLine 31.12.2010

Perdana Menteri Datuk Seri Najib Tun Razak hari ini menyeru seluruh masyarakat Malaysia untuk menunaikan tanggungjawab bagi mencorakkan masa depan yang lebih baik demi generasi akan datang, serta meletakkan negara di kedudukan yang sepatutnya.
Najib, dalam perutusan Tahun Baru 2011 berkata, tanpa sokongan dan kerjasama rakyat, segala yang dirancang dan mahu dilaksanakan oleh kerajaan tidak akan menemui kejayaan.

"Janganlah kita hanya berpuas hati dan hanya berpeluk tubuh menjadi pengkritik di tepian. Marilah kita corakkan masa depan generasi hari muka kepada yang lebih baik daripada hari ini.

"Kuasa membentuk adalah di tangan rakyat. Tunaikanlah tanggungjawab ini dengan sebaik-baiknya," katanya.

Bernama melaporkan Najib juga mengingatkan generasi kini supaya tidak memperdagang atau mempertaruhkan nasib generasi akan datang dengan membuat keputusan yang salah.

"Ini bukanlah masa untuk bereksperimen tetapi waktu untuk memperbaharui kepercayaan dan mengukuhkan keyakinan kepada apa yang telah terbukti berkesan," katanya.

Kata Najib, dalam menguruskan negara, terutamanya ehwal ekonomi, kerajaan sentiasa mengamalkan sikap penuh kebertanggungjawaban.

"Sebagai kerajaan yang begitu prihatin dalam meresapi nadi dan naluri rakyat, kita tidak akan sekali-kali membelakangkan kepentingan orang ramai dengan menjanjikan sesuatu atau mengambil sebarang keputusan yang pada mata kasarnya popular namun hakikatnya bersifat amat menjejaskan kemudian hari terhadap kepentingan semua," katanya.

Perdana Menteri berkata sememangnya mana-mana kerajaan yang menggubal atau menjanjikan dasar-dasar sekadar bersifat popular tetapi tidak bertanggungjawab mungkin akan mendapat pengiktirafan atau sanjungan jangka pendek tetapi untuk tempoh masa panjang, rakyat yang sebenarnya akan menderita.

"Mengambil iktibar daripada kekhilafan-kekhilafan sekeliling, sepanjang 2010, kita telah merancang asas-asas yang kukuh bagi menentukan keseluruhan potensi dan sumber negara mampu dirangsang serta diaturgerakkan ke arah tercapainya wawasan kebangsaan," katanya.

Antara yang diperkenalkan termasuk pelancaran Program Transformasi Kerajaan (GTP) bersama enam Bidang Keberhasilan Utama Negara (NKRA), Program Transformasi Ekonomi (ETP) dan 12 NKEAnya, sebagai teras kepada Model Baru Ekonomi, Rancangan Malaysia ke-10 dan Bajet 2011 - yang merupakan peta laluan komprehensif untuk mengangkat taraf dan mutu hidup lebih tinggi kepada seluruh rakyat Malaysia.

"Sejak sekian lama, kerajaan yang diberi mandat telah mentadbir dan berusaha dengan ikhlas untuk memberikan yang terbaik kepada keperluan rakyat serta kemajuan negara.
"Sayangnya terdapat pihak-pihak yang menangguk di air keruh dengan sewenang-sewenangnya menuduh bahawa kerajaan hanya berminat terhadap projek-projek tertentu terutamanya yang berbentuk mega.

Sesungguhnya lemparan kata-kata itu tidak benar sama sekali," tegasnya.
Sinis menepis kritikan beberapa pihak, khususnya pembangkang, mengenai pembinaan beberapa projek seperti pembinaan Lebuhraya Utara Selatan (PLUS), Menara Berkembar Petronas dan Jabatan Pulau Pinang, Najib berkata pihak sama kini tersipu-sipu malu dan terkesima untuk mengakui kesilapan mereka kerana terbukti projek-projek yang dilaksanakan kerajaan itu telah memberi manfaat kepada rakyat terbanyak.

"Persoalannya jika pendapat mereka terbukti salah dalam perkara yang sebegitu besar, bagaimanakah mungkin rakyat boleh mempercayai lagi sebarang janji mereka?

"Apatah lagi baru-baru ini janji 100 hari mereka yang hanya akan menambahkan lagi perbelanjaan tanpa mengambil kira realiti pendapatan serta punca kewangan negara," soal Perdana Menteri.

Berharap rakyat Malaysia mampu melihat dan menilai "yang mana kaca, yang mana permata", Najib menegaskan bahawa kerajaan sejak dahulu telah memberi perhatian kepada matlamat untuk memastikan pertumbuhan ekonomi yang mapan.
Ini kerana katanya lonjakan kekayaan negara akan membolehkan peningkatan untuk perbelanjaan dan terlaksananya keadilan sosial.

"Ia berkadar terus, ertinya, semakin meningkat pendapatan kerajaan, maka semakin meningkat perbelanjaan untuk kesejahteraan rakyat," katanya yang menyeru seluruh rakyat tanpa mengira bangsa dan agama untuk menyahut seruan untuk menuju ke puncak kejayaan. – 31/12/2010

Saturday, December 4, 2010

ucapan PM pada Konvensyen BN


ucapan PM pada Konvensyen BN
05/12/2010 1:59pm/Utusan Online

Bismillahirrahmanirrahim
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Salam Sejahtera dan Salam 1Malaysia.
Yi ge Malaysia [Cina],...
Oray Malaysia [Tamil],...
Ndi Malaysia [kata Bidayuh],...
Ji Malaysia [kata Orang Ulu],...
Ise’ Malaysia [kata Kadazan & Dusun],...
Saumi Malaysia [kata orang Murut],...
atau kata orang Iban pula Sato Malaysia
YAB Tan Sri Muhyiddin Hj. Mohd Yassin
Timbalan Pengerusi Barisan Nasional
Naib-Naib Pengerusi Barisan Nasional
Ahli-Ahli Dewan Tertinggi Barisan Nasional
Ahli-Ahli Majlis Tertinggi parti-parti komponen Barisan Nasional
Menteri-Menteri
Timbalan-Timbalan Menteri
Ahli-Ahli Yang Berhormat
Presiden dan wakil-wakil dari Friends of Barisan Nasional, KIMMA, IPF, Makkal Sakti dan MIUP
Para perwakilan Barisan Nasional terdiri daripada 13 parti komponen
Para Pemerhati
Wakil-wakil media
Tuan-Tuan dan Puan-Puan sekalian,
1.Pertama sekali, marilah kita sama-sama mengucapkan rasa syukur yang tidak terhingga kerana kita semua dapat berkumpul pada pagi ini di Dewan San Choon yang indah, dalam penuh kesepakatan, dengan kebulatan tekad dan suasana yang begitu harmonis.
2.Sesungguhnya, perhimpunan pada hari ini, membuktikan kepada dunia bahawa, sebagai rakyat Malaysia, we stand united, indivisible with one purpose, that, of building a better future. Apa yang penting kepada kita, yang terdiri daripada pelbagai kaum, agama dan budaya, semua dapat berkumpul beramai-ramai, tanpa rasa takut, tanpa rasa bimbang mahupun gundah gulana terhadap keselamatan diri masing-masing.
3.Ia sekali gus menjadikan telahan para prophets of doom and gloom yang telah meramal dan menujumkan kemusnahan Malaysia selama ini oleh sebab faktor kepelbagaian kita, terbukti salah sama sekali.
4.Sesungguhnya, walau apa warna kulit kita, walau apa anutan kepercayaan kita, walau apa pun taraf sosioekonomi dan di mana sekalipun berada, kita tetap teguh berpadu di bawah payung 1Malaysia.
5.Ternyata pula, Malaysia telah dikurniakan dengan segala nikmat dan kedamaian, sehingga kita mampu berjalan sejauh ini. Dalam keadaan banyak negara majmuk lain di dunia, ditandai dengan bermacam krisis dan konflik, jalan yang dilalui Malaysia jelas istimewa. Kita telah merintis jalan yang panjang dan berjaya menguruskan kepelbagaian yang ada dengan begitu baik.
Tuan-tuan dan puan-puan,
6.Kejayaan terbesar kita adalah menukarkan kerumitan pelbagai yang wujud atau “a potential achilles heel” kepada kelebihan persaingan atau “competitive advantage”. Di sini, sama ada kita sedar atau tidak, ia bukanlah pencapaian yang kecil mahupun lazim, sebaliknya ia adalah satu pencapaian yang amat signifikan serta begitu monumental dalam sejarah pembikinan Malaysia.
7.Pendek kata, kejayaan ini begitu mengkagumkan kerana kita tidak mengambil jalan mudah mengamalkan kaedah ‘kawah pelakuran’ atau ‘melting pot’ dalam membina sebuah negara, di mana perbezaan yang wujud terpaksa dikorbankan manakala identiti tunggal perlu pula dicipta. Waima, kita tidak pernah berusaha melenyapkan mana mana budaya, tidak juga pernah cuba menukar asal usul sesiapa. Hatta sampai sekarang ini, masing-masing bebas mengekalkan jati diri.
8.Misalnya, kalau nama Samy Vellu, tak payah tukar jadi Suhaimi atau Sazali. Kalau Chua Soi Lek, tak payah tukar jadi Salleh, So ud atau Ayoub, kalau John Ambrose tu John Ambrose lah, tak payahlah jadi Johan Ambrose. Sehinggakan, orang Asli sekalipun bebas mengekalkan identiti mereka. Bahkan, kita harus berbangga bahawa kita satu-satunya negara di dunia, membenarkan kewujudan sekolah jenis kebangsaan yang mengekalkan bahasa ibunda masing masing sebagai bahasa pengantar.
9.Ini jelas memperlihatkan bahawa, rakyat Malaysia bukan setakat toleran terhadap kemajmukan, malah kita sesungguhnya melangkah setahap lagi dengan meraikan kepelbagaian itu. Kita telah memilih jalan yang wajar dengan mengaplikasi kaedah integrasi di mana perbezaan yang unik digabungkan dalam sebuah keluarga besar, saling mengukuh dan menyokong, bukannya untuk memusnahkan identiti mana-mana bangsa.
Tuan-tuan dan puan-puan,
10.Hari ini, pagi ini, sekali lagi setelah konvensyen lalu pada tahun 1995, perwakilan tiga belas buah parti komponen dari kesemua tiga belas Negeri dan Wilayah Persekutuan seluruh Malaysia, duduk berhimpun, terdiri daripada pelbagai kaum dan keturunan, berkumpul, dengan satu tekad, satu hati dan satu matlamat yakni untuk memastikan kesejahteraan rakyat didahulukan.
11.Tambahan pula, konvensyen kali ini berlangsung di Wisma MCA, sebagai satu tanda bahawa kita adalah rakan kongsi saksama dalam mengkhidmati rakyat. Indeed, we are committed partners in our endeavour to serve the Malaysian people.
12.Kata orang, we stand on the shoulder of giants, bapa-bapa kita selaku para pendahulu. Mereka telah merintis warisan paling agung yakni mekanisme perkongsian kuasa dan kerjasama politik antara kaum yang telah terbukti paling berkesan, paling praktikal dan kekal merentasi masa.
13.Sudah barang pasti, pendahulu-pendahulu kita adalah political geniuses yang berwawasan. Mereka telah berjaya mengatasi muslihat dan helah penjajah Inggeris dengan dasar pecah perintahnya. Secara sedar atau tidak, sepanjang tempoh penjajahan, rakyat telah diasingkan mengikut kaum dari segi tempat tinggal, jenis pekerjaan dan aliran pelajaran secara halus. Matlamat penjajah sebenar adalah, agar perbezaan ini, akan akhirnya, menyebabkan semua kaum terpaksa bergantung kepada mereka sebagai kononnya the impartial referee.
14.Jadinya, pada waktu itu, pemimpin seperti Allahyarham Dato’ Onn menyedari hakikat dan cuba mengatasinya dengan membuka keahlian UMNO kepada pelbagai kaum, namun percubaan pertama tersebut dan kemudiannya pula melalui Parti Kemerdekaan Tanah Melayu yakni IMP yang dipimpinnya juga, tidak berjaya.
15.Lalu, menyedari bahawa rakyat belum bersedia menerima sebuah parti yang bersifat pelbagai kaum tetapi menginsafi bahawa inilah jalan ke hadapan untuk mencapai kemerdekaan dan membina masa depan yang lebih baik, maka, mereka telah mencipta suatu kaedah kerjasama politik dan perkongsian kuasa melalui konsep Parti Perikatan yang sangat unik dengan mengambil kira persekitaran dan realiti yang ada.
Tuan-tuan dan puan-puan,
16.Jika diimbau peristiwa lalu, benih-benih Perikatan ini telah bermula melalui kerjasama UMNO dan MCA semasa pemilihan Majlis Bandaran Kuala Lumpur pada tahun 1952. Perikatan kedua-dua parti ini telah berjaya memenangi 9 daripada 12 kerusi yang dipertandingkan. Kerjasama ini kemudiannya, telah diperluaskan ke peringkat nasional melalui penyertaan MIC pada tahun 1954 bagi menghadapi pemilihan Majlis Perundangan Persekutuan pada tahun berikutnya.
17.Seperti pucuk dicita ulam mendatang, kaedah kerjasama politik dan perkongsian kuasa, antara kaum melalui kerjasama antara tiga parti UMNO, MCA dan MIC ini telah diterima rakyat terbanyak apabila Parti Perikatan memenangi 51 daripada 52 kerusi yang dipertandingkan dalam Pilihanraya tahun 1955.
18.Seterusnya, konsep dan keanggotaan Parti Perikatan ditambah baik selepas Tragedi 13 Mei 1969 apabila pintu keahliannya dibuka kepada parti-parti yang sebelum ini berada di luar. Malah ada parti-parti yang dahulunya sebagai pembangkang, telah mengiktiraf dan memilih jalan ke arah kesatuan nasional.
19.Ini kerana, mereka mempercayai bahawa, masa depan negara yang terjamin hanya mampu dibela oleh Barisan Nasional. Selanjutnya, Barisan Nasional juga mengembangkan keanggotaan kepada parti-parti di Sabah dan Sarawak, sekali gus menjelmakan era baru integrasi kebangsaan apabila Barisan Nasional menjadi jambatan politik yang merantau jauh, merentasi Laut Cina Selatan.
Tuan-tuan dan puan-puan,
20.Berbanding Pilihanraya Umum 2008, Barisan Nasional yang cuba dimomok-momok, sebagai sudah suram, Alhamdulillah, kini, nampaknya semakin hari sudah semakin pulih. Begitulah, episod merampas kembali kerusi Parlimen Hulu Selangor dan Dewan Undangan Negeri Galas telah meraih kemenangan besar. Serentak dengan itu, kejayaan mengekalkan kerusi Parlimen Batu Sapi mengaut majoriti, hampir sekali ganda, menunjukkan, sokongan rakyat kepada kita telah berputik dan mekar kembali.
21.Justeru, tahniah dan syabas diucapkan kepada semua yang telah membantu kita mencapai kejayaan manis semasa pilihanraya-pilihanraya kecil tersebut. Jelas sekali, ini adalah kejayaan semua pihak, kemenangan demi kemenangan milik kita bersama. Kata-kata tersohor orang Iban “Agi idup agi ngelaban”. Selagi hidup, selagi itu kita berjuang. Kata orang Bajau di Sabah pula “Mangan niak mangan, asal kurung, kurung”. Maksudnya, makan atau tidak makan, asal kita masih hidup bersama-sama. Pastinya, mengambil semangat itu, sama ada dalam keadaan susah atau senang, suka atau duka, kita mesti tetap bersama demi Barisan Nasional.
Tuan-tuan dan puan-puan,
22.Memang benar, dikatakan bahawa politik itu penuh dengan percaturan persepsi dan permainan angka. Namun begitu, ia tidak akan berlaku dengan sendirinya. Sebetulnya lagi, bukan sekadar cukup dengan persepsi positif, akan tetapi kepercayaan sebenar rakyat terhadap Barisan Nasional perlulah terus dipupuk dan dibaja dengan jalan bekerja keras serta usaha yang bersungguh-sungguh.
23.Maka, saya ingin sentiasa mengingatkan bahawa kejayaan-kejayaan awal ini perlu dijadikan asas kepada kemenangan yang lebih memberangsangkan kelak. Dalam kata lain, jangan kita leka dan mudah terpesona. Sifirnya, untuk Barisan Nasional terus menerajui kepemimpinan negara dan negeri-negeri, setiap parti komponen perlu diperkukuh dan diperkuat.
24.Sebab itulah, pasca Pilihanraya Umum 2008, semasa merasmikan Persidangan Pergerakan Wanita, Pemuda dan Puteri UMNO pada tahun tersebut, saya telah dengan tegas mengingatkan bahawa UMNO harus berubah atau berisiko untuk rebah. Saya membunyikan semboyan tersebut kerana menyedari empat penyakit lazim sering melanda parti-parti yang sudah lama berkuasa.
25.Empat penyakit tersebut ialah delusion atau khayalan, amnesia atau kelupaan, inertia atau kejumudan dan arrogance atau keangkuhan. Hakikatnya, parti yang terlampau lama berkuasa jarang melakukan muhasabah atau introspeksi terhadap kelemahan diri.
26.Pertama, penyakit delusion kerana berasa khayal dan terawang-awang bahawa sokongan yang diterima daripada rakyat akan berterusan; kedua, penyakit amnesia kerana sudah terlupa akan sebab musabab atau tujuan perjuangan asal; ketiga pula, penyakit inertia yang terjadi apabila enggan membuat pembaharuan dan perubahan. Seterusnya pula, yang keempat, adalah penyakit arrogance yang mencerminkan sikap tidak boleh menerima teguran ramai. Sesungguhnya, semua penyakit tersebut terutamanya keangkuhan akan hanya menyebabkan rakyat benci dan merasa menyampah.
27.Oleh itu, tidak dapat tidak, keempat-empat gejala penyakit ini perlu dielak, dibuang jauh dan dikikis sebelum rasa sayang berubah menjadi benci, harapan menjadi kemarahan, sokongan menjadi penentangan. Untuk bangun kembali, kita mesti mencari formula pemulihan dan melaksanakan pelan tersebut secara konsisten. Itulah yang sedang kita usaha dan sedang kita lakukan. Barulah nanti akan memperoleh kemenangan besar yang diidam-idamkan.
28.Syukur kepada Tuhan kerana kita melihat perkembangan-perkembangan positif yang memberangsangkan di dalam parti-parti komponen semenjak 2 tahun yang lalu. Perubahan-perubahan yang berlaku menunjukkan bahawa kita, sedia mendengar suara rakyat dan akan terus menggarap aspirasi mereka.
Tuan-tuan dan puan-puan,
29.Sememangnya seperti yang saya sebutkan tadi, kisah-kisah kejayaan Malaysia ini terhasil tidak lain dan tidak bukan, di atas satu formula perkongsian politik antara kaum dicetus oleh our forefathers dan terserlah sebagai satu resipi penerajuan negara yang sangat mujarab.
30.Oleh itu, kita akan sentiasa mengenang jasa-jasa pemimpin utama Barisan Nasional seperti bekas Pengerusi Parti Perikatan dan Barisan Nasional iaitu Tunku Abdul Rahman Putra, Tun Abdul Razak, Tun Hussein Onn, Tun Dr. Mahathir Mohamad dan Tun Abdullah Ahmad Badawi. Pemimpin pemimpin parti komponen pula seperti Tun Tan Cheng Lock, Tun V.T. Sambanthan, Tun Tan Siew Sin, Tun Temenggung Jugah Anak Barieng, Tun Datu Mustapha, Tun Fuad Stephen dan ramai lagi pimpinan pelbagai kaum yang tidak terhitung di sini, namun pasti kita tidak pernah lupakan.
31.Sehubungan itu juga, dengan perasan sedih dan rasa belasungkawa, baru-baru ini kita telah kehilangan seorang lagi negarawan tulen dan bekas pemimpin yang bersifat ikonik yakni mendiang Tun Dr. Lim Chong Eu. Sesungguhnya, beliau merupakan salah seorang pemimpin yang penuh percaya kepada gagasan serta perjuangan Barisan Nasional dan mendiang telah banyak membantu parti bagi membina negara ini.
32.Pastinya segala khidmat dan bakti para pemimpin ini kekal terpahat dengan tinta emas dalam lembaran sejarah negara sebagai muliawan muliawan yang telah berjuang demi membina tamadun rakyat Malaysia.
Tuan-tuan dan puan-puan,
33.Dari dahulu sampailah sekarang dan mudah-mudahan dengan izin Tuhan hingga selamanya, suara Barisan Nasional adalah suara keramat rakyat, berbicara dan berganding atas nama rakyat. Dari Perlis sampailah ke Sabah, Barisan Nasional menjiwai degupan nubari dan hati rakyat, menjadi penyambung rasa, penyambung cita, penyambung lidah serta aspirasi rakyat Malaysia.
34.Pucuk pangkalnya, Barisan Nasional telah sentiasa mendahulukan rakyat, mampu mengota apa yang dijanjikan kepada rakyat, sekali gus mengangkat negara kita ke satu tahap yang sungguh membanggakan. Hakikatnya pun, bukankah Parti Perikatan, yang telah berjuang bagi mencapai kemerdekaan? Bukankah muafakat murni ini, yang sedang mengisi kemerdekaan itu? Dan bukankah barisan ini, yang diberi mandat oleh rakyat, untuk menerajui negara?
35.Jelas sekali, orang lain hanya mampu memperdagangkan mimpi, traders of dreams, mencanangkan angan-angan, mencetak khayalan, walhal parti kita lah sebenarnya menjadi barisan pejuang tulen untuk rakyat, merchant of realities, yang berpasak di bumi, bersandarkan perancangan jitu, serta pelaksanaan kerja yang tersusun.
Tuan-tuan dan puan-puan,
36.Oleh sebab itulah, saya suka mengulang-ulangkan bahawa antara nilai paling penting yang telah menjadi penguat kepada Barisan Nasional adalah sifat kebijaksanaan, keikhlasan dan kemampuan kita, untuk memimpin berbekalkan wawasan serta kepentingan yang jauh lebih besar.
37.Kepentingan itu, adalah mewujudkan sebuah negara yang aman, stabil, maju lagi makmur di mana rendangnya, semua dapat berlindung dan berteduh, di mana limpahan nikmat alamnya, semua dapat mencari rezeki, di mana keamanannya, semua dapat membina kehidupan yang bahagia.
38.Furthermore, when the time comes where each of us can rest assured, that our children and grandchildren and in turn their children will have a better future, a higher standard of living, a better quality of live, able to realise their dreams and their God given potential.
Tuan-tuan dan puan-puan,
39.Seperti yang saya katakan, perhubungan kaum dan cara kita menguruskannya di Malaysia adalah sesuatu hal yang boleh kita banggakan. Cara kita menangani realiti kemajmukan yang wujud adalah secara realistik dan berpegang kepada prinsip universal bahawa semua makhluk dicipta sama oleh Maha Pencipta, dengan hak-hak yang tidak dapat dinafikan. Sejarah menunjukkan bahawa kita tidak pernah sekali-kali mengapi-apikan sentimen perkauman atau menjadikan rasisme teras pengurusan perhubungan kaum di negara ini.
40.Jika kita meninjau di Amerika Syarikat, kononnya sebagai negara yang dijadikan contoh kepelbagaian demokrasi pun, telah mengambil masa lama yakni 87 tahun dari tarikh pengisytiharan kemerdekaan yang menyatakan “semua manusia diciptakan sama” atau “all men are created equal” kepada emansipasi menghapuskan perhambaan. Manakala ia memakan tempoh 102 tahun lagi selepas itu, apabila semua diskriminasi dalam pendaftaran pengundi diharamkan.
41.Namun, di Malaysia ini, semenjak merdeka kerajaan tidak pun menjadikan isu kaum dan warna kulit sebagai alasan untuk menghadkan hak kelayakan mendaftar mengundi. Apatah lagi, bagi menentukan tempat duduk di restoran dan kenderaan awam, serta mengasing penggunaan bilik air, sebagaimana berlaku di negara-negara lain.
42.Lantaran itu, janganlah ada mana-mana pihak yang cuba menafikan peranan Barisan Nasional, sebagai parti pelbagai kaum sebenar, yang memperjuangkan kesejahteraan hidup antara kaum di Malaysia selama ini. Kita dianggotai oleh pelbagai jenis parti berasaskan kaum, dan ada yang bersifat pelbagai kaum. Bersatu dan bersama-sama mewakili kepentingan semua pihak. Sedangkan di pihak pembangkang, tidak terjamin suara kaum minoriti akan sampai ke peringkat perbincangan kepimpinan tertinggi mereka, simply because they, are not adequately represented.
Tuan-tuan dan puan-puan,
43.Kita adalah parti yang progresif, bersatu secara ikhlas dengan matlamat dan nilai yang dikongsi bersama. Kita bergabung secara sah dari segi undang-undang, mempunyai perlembagaan, lagu dan lambang sendiri sebagai panji-panji yang mana kita berdiri megah di belakangnya.
44.Telah terbukti, kerajaan Perikatan dan kemudiannya, Barisan Nasional, berjaya merubah sebuah negara pertanian yang berpendapatan rendah kepada sebuah negara perindustrian moden berpendapatan sederhana tinggi, dalam masa hanya lima puluh tahun. Kita telah bukan sahaja berjaya menguruskan sebuah negara multi-racial dengan baik, malah, kita telah berjaya memajukan bidang sosioekonomi dan memastikan keselamatan serta ketenteraman nasional.
45.Barisan Nasional telah mencipta kemakmuran melalui rancangan pembangunan lima tahun, rangka rancangan jangka panjang, reformasi tanah besar-besaran, perang terhadap kemiskinan, dasar ekonomi baru, dasar pembangunan nasional, dasar pembangunan wawasan, dan hari ini kita telah menggariskan laluan-laluan besar seperti Government Transformation Programme atau GTP, Economic Transformation Programme atau ETP dan mutakhir adalah Political Transformation Programme atau PTP.
46.Antara contoh PTP terkini, adalah perubahan bersejarah dalam Barisan Nasional sejak ia ditubuhkan yakni berkaitan keahlian. Atas prinsip keterangkuman dan berjiwa besar, seberapa ramai rakyat, NGO, persatuan, penyokong dan generasi muda supaya dapat bersama dalam perjuangan ini, maka kita bersetuju untuk mewujudkan empat jenis keahlian baru. Pertama, keahlian secara bersekutu; kedua, keahlian secara bergabung; ketiga, friends of Barisan Nasional dan keempat, kelab rakan muda Barisan Nasional. Kita akan terus bergerak dan berusaha agar dasar keahlian terus Barisan Nasional ini akan menjadi realiti yang membawa manfaat kepada parti dan rakyat.
47.As a matter of fact, we have never rested on our laurel or taken things for granted. We have toiled together with our constituency of one and many, you the people. These are exciting times, these are interesting and challenging times. We are a nation and a people at the crossroad of history, on the verge of the promised future.
48.Ladies and gentlemen, the clarion call of manifest destiny is beckoning upon us to bring this great nation, Malaysia, to its fullest potential, to take its’ rightful place in the community of nations with dignity and pride, holding our head up high, thankful in the blessings of providence.
Tuan-tuan dan puan-puan,
49.Apa yang menghairankan, adalah parti pembangkang cuba mendakwa bahawa merekalah pembawa obor perubahan dan pembaharuan. Betulkah begitu? Bahawa merekalah kononnya manifestasi demokrasi dan segala yang demokratik. Betulkah begitu?
50.Apa yang jelas, parti pembangkang cuba meniru kita dari segi kerjasama. Pada hemah saya, usaha ini sia-sia sahaja, kerana mereka tidak mempunyai ramuan keikhlasan, wawasan dan nilai yang dikongsi bersama. Gagasan Rakyat, Angkatan Perpaduan Ummah, Barisan Alternatif dan Pakatan Rakyat atau atas nama apapun yang dicipta adalah hanya percubaan-percubaan pembangkang yang hendak bersatu tetapi tidak mungkin berkekalan kerana masing-masing bersikap talam dua muka. Simpulan bahasa menyebut, mereka ini, telunjuk sahaja lurus tapi kelingking berkait.
51.Antara DAP dan PAS misalnya, hanya boleh tidur sebantal tetapi mimpi lain-lain. Mereka nampak seolah-olah bersatu semata-mata kerana ada orang ketiga. Maksud saya, kalau dahulu Parti Melayu Semangat 46, hari ini peranan tersebut diambil alih Parti Keadilan Rakyat. Sejarah jelas menunjukkan kerjasama seumpama ini tidak akan berpanjangan, kerana matlamat mereka hanyalah untuk menipu atau menyeleweng rakyat.
52.Mereka juga mendabik dada kononnya, sebagai parti demokratik yang mewakili semua kaum. Realiti sebenarnya jauh berbeza. Lihat sahaja parti PKR, daripada barisan tujuh orang kepemimpinan tertinggi mereka, hanya seorang sahaja, yang mewakili kaum Cina. Manakala kaum India yang membentuk keahlian kedua terbesar dengan lebih satu perlima ahli, tidak mempunyai seorang pun perwakilan di peringkat tertinggi parti.
53.Contohnya lagi, apabila UMNO memperkenalkan corak pemilihan kepemimpinan yang baru mereka pun nak meniru juga. Kita faham mungkin mereka ikut kata pepatah Inggeris “imitation is the best form of flattery”. Tampak jelas, apabila kita buat perubahan dan pembaharuan politik yang bersifat dalaman, ia telah menggerunkan mereka, sehingga kelam-kabut dan melilau ingin menciplak. Pengajarannya di sini, kalau ada orang mahu meniru, sudah tentu apa yang sedang kita lakukan ini, ada kebenarannya.
54.Lagipun, jika hanya 7 peratus, yakni lebih kurang 30,000 orang dari kononnya ratusan ribu ahli parti yang merasa terpanggil dan bertanggungjawab, untuk keluar memilih barisan kepemimpinan mereka, maka, ia membawa dua konotasi.
55.Pertama, parti ini adalah parti yang tidak mendapat sokongan massa. Maksud saya, kepemimpinan parti ini sebenarnya hanya mewakili kepentingan tertentu yang mengejar kuasa serta terikat untuk menyelesaikan masalah peribadi sehingga sanggup memperdayakan rakyat. Berhati-hatilah semua, berwaspadalah semua, mereka ini amat-amat merbahaya. Mereka sanggup menjual apa sahaja, termasuk memburukkan nama Malaysia di luar negara. Saya mahu jelaskan di sini bahawa, mereka ini anti nasional. Kita mesti tentang habis-habisan dan pastikan negara ini tidak akan diporak peranda oleh kegiatan durjana mereka.
Tuan-tuan dan puan-puan,
56.Konotasi kedua adalah integriti dan kewibawaan parti tersebut sebenarnya disangsikan oleh ahli-ahli mereka. Ahli-ahli mereka sendiri yang telah mengamuk, tidak berpuas hati, memberontak, kecewa, membuat kecoh, membaling kerusi dan ramai yang telah membawa pelbagai isu parti ke mahkamah. Selain itu, amat pelik bin ajaib, keputusan pemilihan boleh berubah dengan drastik, lantas mencemarkan kebolehpercayaan kepada proses yang dijalankan.
57.Laginya, seperti kita tahu dan terpampang di dada-dada akhbar, ramai pimpinan utama mereka sendiri yang telah keluar dari parti antara lain ialah Timbalan Presiden, Naib Presiden, Setiausaha Agung, Ketua Pemuda, Naib Ketua Pemuda, Ketua Penerangan, Pengerusi Negeri, Ketua Cabang termasuk Cabang Permatang Pauh, Bekas Timbalan Ketua Menteri 5 orang ADUN dan 5 Ahli Parlimen. Lantaran itu, amatlah pantas jika PKR itu kita katakan sebagai Parti Keluar Ramai-Ramai.
58.Baru-baru ini pula, tampaknya PKR menjadi begitu terdesak untuk meraih simpati rakyat sehinggakan Presidennya terpaksa mengutarakan, bahawa, Ketua Umum mereka adalah anugerah Tuhan. Ya, kita faham kesetiaan dan kekaguman seorang isteri terhadap “ke...he..ba..tan” suaminya itu. Namun rakyat Malaysia ingin bertanya, berdasarkan nas atau hadith mana pendapat itu boleh dibuat? Berbekalkan justifikasi hukum atau istinbat mana sehingga penyataan begini sanggup dikeluarkan?
59.Adakah ini ijtihad baru atau lebih tepat sebenarnya satu lagi ajaran songsang. Cukup-cukuplah sandiwara dan drama yang songsang-songsang itu! Saya harap rakyat janganlah mudah terpengaruh dengan perkara yang karut-marut seperti ini. Mustahak untuk diingat, bukanlah rakyat yang bertanggungjawab untuk menyelesai dan menanggung beban pemimpin. Sebaliknya, pemimpinlah yang wajib hadir dalam kehidupan rakyat bagi menyelesaikan masalah mereka. Tuan-tuan dan puan-puan, inilah perbezaan paling ketara dan besar antara kita dan parti lawan kerana Barisan Nasional adalah parti sebenar yang merasai denyut nadi dan menjuarai keluh-kesah rakyat.
Tuan-tuan dan puan-puan,
60.Hakikatnya, ketiga-tiga parti lawan kita yang mendakwa bersifat pelbagai kaum ini, merekalah parti yang didominasi oleh satu kaum sahaja. Jika adapun kaum-kaum lain, hanyalah bersifat token atau sekadar kosmetik. Sebenarnya, mereka bukan Pakatan Rakyat tetapi hanyalah pakatan tiga empat kerat rakyat, atau tiga empat kepala, atau tiga empat orang sahaja.
61.Lebih tepat dikatakan, mereka adalah parti dua buah keluarga dengan satu pihak lagi sekadar menjadi pak turut atau kuda tunggangan. Di sinilah lainnya dengan konsep Barisan Nasional yang memang dari segi hakiki dan maknawinya benar-benar berdasarkan perkongsian sejati rakyat dengan mengiktiraf realiti kepelbagaian kaum.
62.Di dalam sistem Barisan Nasional, setiap parti mempunyai perwakilan yang sama rata dalam Dewan Tertinggi, tidak kira parti itu besar atau kecil. UMNO mempunyai perwakilan yang serupa dengan parti-parti komponen yang lain. Paling mustahak, semua keputusan dibuat secara musyawarah dan konsensus. Ini bagi menjamin, walaupun sebahagian parti yang menganggotai Barisan Nasional adalah berasaskan kaum, akan tetapi, kepentingan semua, tetap dipelihara, dilindungi, diambil kira dan terus dipertahankan sampai bila-bila.
63.Hal yang sebaliknya berlaku di sebelah sana, keputusan pemilihan parti lawan baru-baru ini menyaksikan Ketua Umum, Presiden dan Naib Presiden parti datang dari satu keluarga. Sungguh lucu rasanya apabila mereka pula yang berani menuduh kita sebagai pengamal nepotisme. Saya nak tanya, siapakah pengamal nepotisme yang sebenar di sini? Seperti kata Legal Maxim, justice must not only be done it must seen to be done. Moreover, it must not only be proper it must also be seen to be proper.
Tuan-tuan dan puan-puan,
64.Satu lagi parti pula adalah parti Anak Beranak Sendirian Berhad. Dengan hegemoni dua dinasti, satu keluarga dengan kuasa, dan satu lagi keluarga tanpa kuasa, actually, all are merely ceremonial. Sebabnya, dalam sistem parti ini Setiausaha Agung lebih berkuasa daripada Pengerusi. Mereka ini, tak henti-henti berkokok dan menjerit mendakwa parti mereka adalah berbentuk pelbagai kaum.
65.Namun begitu, jika dikaji daripada senarai kepimpinan pusat, kita dapat lihat, orang Melayu dan Bumiputera yang membentuk hampir enam puluh tujuh peratus rakyat, hanya setakat mempunyai dua orang wakil. Lebih dahsyat lagi, kelompok Bumiputera Sabah dan Sarawak langsung tidak diwakili. Adakah itu namanya demokrasi dan parti bersifat terbuka?
66.Dari sebab itu, saya berpendapat parti ini seharusnya mengamalkan apa yang mereka khutbahkan. They should uphold what they so sanctimoniously preach to others with righteous indignation. Di sini, saya ingin katakan kepada mereka, mengakulah, bersikap teluslah. Jika didedahkan statistik kepimpinan serta keahlian sebenar parti mereka mengikut kaum, maka sangat terang lagi bersuluh, bahawa, merekalah parti satu kaum yang menjadikan cauvinisme sebagai falsafah perjuangan dari dahulu sampailah sekarang.
Tuan-tuan dan puan-puan,
67. Di sudut yang lain pula, kalau kita lihat tentang PAS, amat pelik jika diamati, apabila PAS sebagai sebuah parti yang kononnya mendokong pegangan menurut ajaran Islam, boleh pula bekerjasama dengan para pembohong besar, pemalsu dokumen-dokumen, petualang bangsa dan pengkhianat negara. Apa yang boleh kita katakan, adalah sepatutnya PAS bertindak lebih bijak dari itu dan menyedari hal tersebut serta eloklah saja terus berpegang teguh kepada apa yang kononnya menjadi prinsip mereka selama ini.
Tuan-tuan dan puan-puan,
68.Bercita-cita untuk menjadi parti pemerintah bagi sebuah parti politik bukanlah perkara yang luar biasa, namun yang perlu direnungkan oleh rakyat ialah kesannya kelak. Rakyat mesti sedar dan faham bahawa parti-parti lawan ini mempunyai maksud yang tidak ikhlas, sangat oportunis dan penuh hipokrasi.
69.Kita tahu, mereka teringin sangat nak ada pejabat di Putrajaya, teringin sangat nak tinggal di Seri Perdana. Kerana itulah, mereka sanggup berbuat apapun, hanya untuk merampas kuasa dan dari semasa ke semasa bersifat biadab, rakus lagi haloba. Dalam hal ini, seluruh Malaysia tahu, bahkan satu dunia tahu bahawa angan-angan 16 September oleh pihak pembangkang telah menjadi satu pembohongan terbesar dalam sejarah politik tanah air.
Tuan-tuan dan puan-puan,
70.Berbanding dengan Barisan Nasional, kita tidak pernah mengambil apa-apa langkah semata-mata kerana ianya popular tanpa memikirkan secara mendalam akibat jangka panjang kepada rakyat yang telah menaruhkan kepercayaan mereka kepada kita.
71.Kesimpulan yang boleh dibuat, Barisan Nasional adalah parti yang bertanggungjawab. Barisan Nasional adalah parti yang melaksanakan amanah rakyat. Barisan Nasional adalah parti di mana rakyat boleh meletakkan kepercayaan dan pengharapan. The people can trust us to do, not only what is right, but what is in their best interest, and what is in the best interest of this beloved nation of ours.
72.Selanjutnya, sebagai pemimpin, saya mahukan semua dalam Barisan Nasional hendaklah memikirkan kepentingan rakyat lebih daripada kepentingan diri sendiri. Saya ingin memetik satu falsafah Cina yang sangat sesuai dijadikan pengajaran kepada kita. Dalam bahasa Mandarin berbunyi:
“Xian tian xia zhi you er you, hou tian xia zhi le er le ”
(“先天下之忧而忧,后天下之乐而乐” )
Saya difahamkan ia bermaksud “Selesaikanlah masalah rakyat sebelum kesusahan menimpa mereka, Bahagiakanlah hidup rakyat sebelum semua dapat hidup bahagia“.
73.Itulah syarat-syarat yang diwajibkan seorang mahaguru dan ahli falsafah pada zaman Dinasti Sung beribu tahun dahulu kepada pemimpin yang hendak mentadbir negara. Saya berpendapat, bahawa, walaupun ajaran tersebut sudah muncul sekian lama, tetapi, ianya sangatlah sesuai dijadikan pegangan para pemimpin Barisan Nasional yang mendahulukan rakyat dan mempertamakan kepentingan rakyat.
74.Satu falsafah dalam bahasa Tamil pula, menyeru dengan tegas supaya kita berjuang dengan sepenuh jiwa bagi memastikan kemenangan. Dalam bahasa Tamil disebut:
“Yipadai thorkin, yeapadai vehlum”
(Ertinya: “If this team cannot win the battle, no other team can”).
This is the team, this is the Barisan Nasional team!
“Yipadai thorkin, yeapadai vehlum”
Tuan-Tuan dan Puan-Puan sekalian,
75.Pokoknya, kita telah meletakkan asas-asas konkrit yang perlu untuk membawa Malaysia ke arah status negara maju berpendapatan tinggi menjelang fajar 2020. Pada waktu itu nanti, kita ingin semua bangsa menjadi maju. Orang Melayu, orang Cina, orang India, orang Kadazan, orang Murut, orang Dusun, orang Iban, orang Bidayuh, orang Ulu, orang Asli, orang Sikh termasuk orang Siam dan semua suku kaum yang ada untuk menikmati sinar bahagia, dalam negara Malaysia yang maju.
76.Di sinilah tanah tumpah darah kita, di sinilah, kita dilahirkan dan dibesarkan, di sinilah kita menghirup udara segar sebagai nikmat dan rahmat dari Tuhan, di sinilah kita hidup aman merdeka dan di sinilah satu hari yang ditakdir dan ditentukan kelak, kita akan kembali menemui Yang Maha Esa dan dipusarakan.
77.Makanya, mahu tidak mahu, jangan sekali-kali biarkan apa yang telah kita bina dan bangunkan selama ini diruntuhkan oleh puak-puak yang hanya ingin memenuhi nafsu serakah dan tamakkan kuasa semata-mata. Oleh sebab itu, walau apa pun terjadi, kita perlu pertahankan Putrajaya bukan kerana ego atau kepentingan diri yang sempit, akan tetapi demi kepentingan rakyat Malaysia seluruhnya.
Tuan-tuan dan puan-puan,
78.Simbol kapal layar dan kini dacing sebagai logo parti kita adalah perlambangan Barisan Nasional sebagai bahtera gagah serta neraca keadilan yang akan terus menakhoda Malaysia ke ambang kejayaan. Justeru, saya berdiri dan berpidato sebagai Perdana Menteri kepada seluruh rakyat Malaysia yang terdiri daripada semua kaum, ingin berpesan, janganlah terpukau oleh helah pihak pembangkang yang penuh tipu daya, janganlah sekali-kali menumpang atau menaiki sampan rosak dan bocor, pakatan palsu mereka, yang makin hanyut dilanda badai.
Seperti diingatkan dalam pantun Melayu:
Kalau belayar perahunya senget,
Memang susah hendak kemudi,
Usah berharap guruh di langit,
Kilat memancar hujan tak jadi.
79.Oleh itu, kepada semua saya mengajak;
Marilah bersama-sama barisan yang telah terbukti jasanya ini,
marilah mempertahankan masa depan tanah air kita daripada ancaman pendusta dan pelelong nusa,
marilah membina sebuah masa depan yang lebih baik bukan sahaja untuk kita, tetapi untuk anak-anak kita dan juga anak-anak mereka,
tampillah, seluruh pemuda-pemudi negara,
di sini dan di luar sana,
dengan tangan terbuka, kita ingin menyambut semua,
inilah saat dan waktunya, bergerak bersama saya, berjuang dalam barisan,
menumpah khidmat, menggembleng kudrat.
Dakaplah barisan ini, yang selama lima dekad telah mencipta kejayaan bagi rakyat Malaysia.
Dukunglah barisan ini, dengan kepercayaan baru apabila tiba masanya nanti.
Moga-moga ditunjang sokongan saudara dan saudari, rakyat Malaysia, kita bakal menempa lima puluh tahun lagi yang lebih gilang-gemilang.
80. We will always put you, the people first in our priority, in our heart and our every action,
we shall stand by and with you, for we are part of you, and for you,
we are born out of your yearning for a better life and for a better future.
Barisan Nasional will always fight for your welfare and your wellbeing, every step of the way in this great national journey of ours.
This, is our promise to you, the people of Malaysia.
Let there be enough food on the table,
decent roof above every head,
well paying jobs for all who want to work,
a country where everybody feels safe and secure,
access to quality and affordable healthcare,
an education system that is able to optimise the potential of each and every Malaysian.
Let us go forth and strive for a developed and prosperous Malaysia with opportunities for all, a nation standing tall among the community of nations.
History has proven that Barisan Nasional has always delivered on its commitment and we will continue to deliver,
we have upheld your trust in us, and, we will continue to do so.
81. Bersatu dan bermuafakat, pasti membawa rahmat. Barisan Nasional, barisan menjuarai rakyat.
barisan perpaduan,
barisan keamanan,
barisan kemakmuran,
barisan 1Malaysia.
Dengan kata-kata semangat itu, saya merasmikan Konvensyen Barisan Nasional tahun 2010.
Wabillahi Taufiq Walhidayah Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Wednesday, November 3, 2010

Sejarah bagaimana yang kita mahu?

Sejarah bagaimana yang kita mahu?
Oleh Dr. Mohd Ridhuan Tee Abdullah
Utusan Online/4.11.2010

Selaku seorang akademia berbangsa Cina, saya amat sedih dengan pemikiran parti- parti politik seperti DAP, MCA dan Gerakan. Kenyataan demi kenyataan yang dikeluarkan amat menghiris hati iaitu mahu kerajaan mengkaji semula silibus sejarah yang akan diwajibkan ke atas pelajar sekolah rendah dan menengah tidak lama lagi.
Hujah mereka amat simplistik, sejarah yang sedia ada tidak mencerminkan sejarah sebenar. Sejarah sebenar mesti mempamerkan sumbangan dan kerjasama kaum. Pada mereka, sumbangan kaum bukan Melayu mesti dimasukkan dan dijadikan teras sejarah. Saya cuba elak menggunakan istilah ultra kiasu terhadap golongan ini, biarlah kita berbincang secara adik-beradik.
Saya tidak menafikan sejarah sumbangan bukan Melayu terhadap negara, tetapi perlu diingatkan bahawa sumbangan dan kerjasama kaum adalah sebahagian kecil sahaja dalam urutan sejarah Tanah Melayu dan Malaysia. Ada aspek lebih besar yang perlu ditonjolkan, seperti sejarah asal usul Tanah Melayu sebelum kedatangan imigran-imigran ke alam Melayu.
Sesiapa yang mengkaji dan faham sejarah Malaysia, ia mesti merangkumi asal-usul Tanah Melayu, zaman kegemilangan dan kejatuhan kesultanan Melayu, zaman penjajahan dan kemasukan imigran, kebangkitan nasionalisme Melayu, Malayan Union, Persekutuan Tanah Melayu, penggubalan Perlembagaan Persekutuan Tanah Melayu, kemerdekaan Tanah Melayu, sehinggalah membawa kepada penubuhan Malaysia.
Seterusnya, diikuti dengan dasar-dasar kerajaan selepas peristiwa 13 Mei 1969 sehinggalah hari ini. Kumpulan-kumpulan ekstrem ini asyik bercakap soal sumbangan bukan Melayu dan soal penentangan bukan Melayu terhadap Jepun 1942-1945. Sedangkan kita sedia maklum, sejarah penentangan terhadap Jepun penuh dengan kontroversi fakta dan dipertikaikan. Adakah benar orang Cina mempertahankan Tanah Melayu atau sekadar membalas dendam terhadap Jepun?
Berkali-kali saya telah nyatakan bahawa penentangan terhadap Jepun, tidak banyak kaitan dengan kemerdekaan, tetapi lebih kepada dendam kedua belah pihak yang telah mengalami perang sebelum ini. Sila rujuk sejarah Perang China-Jepun 1894-1895 dan 1937.
Jika benar orang bukan Melayu mahu memperjuangkan kemerdekaan Tanah Melayu selepas pengunduran Jepun, kenapa Malayan Union yang cuba diperkenalkan British pada 1946, tidak ditentang? Kenapa hanya orang Melayu yang bangun menentang? Ini menunjukkan perjuangan menentang kemerdekaan amat diragui sebelum detik 31 Ogos 1957.
Pada saya, kita serahkan semua sejarah kita kepada ahli sejarah. Janganlah doktor perubatan dan ahli ekonomi memandai-mandai bercakap banyak dalam isu ini. Walhal ilmu sejarah mereka amat cetek, hanya berasaskan kepada pandangan dan laporan ibu bapa murid yang tidak puas hati dengan silibus yang sedia ada.
Mereka yang bukan berlatarbelakangkan sejarah, duduk diam-diam, tidak perlu berkokok keterlaluan. Bagaimana kita menghormati profesion orang lain, begitu juga orang lain mesti menghormati profesion kita, barulah itu dinamakan profesional. Janganlah terlalu bertindak ekstrem dalam hal ini. Banyak masa terbuang dan tidak banyak membawa faedah.
Pada saya, sejarah sistem kenegaraan sesebuah negara mesti diajar. Sama seperti negara China dan India yang mempunyai sejarah sistem kenegaraan sendiri. Begitu juga dengan sistem kenegaraan Melayu, mesti ada sejarahnya sendiri. Adakah silibus ini langsung tidak boleh disentuh atau dimasukkan sebagai teras sejarah negara ini? Sedangkan negara lain, silibus seperti ini yang menjadi asas. Negara Singapura sedang cuba dan telah pun memadamkan asas sebegini. Saya fikir MCA, DAP dan Gerakan, tidak perlu campur tangan dalam soal akademik. Biar orang akademik yang melakukannya. Orang politik, jaga saja kawasan dan kerusi masing-masing, serta tanggungjawab mereka terhadap rakyat.
Saya bukan bertujuan menjadi jaguh membela orang Melayu, sebab saya orang Cina. Tetapi saya suka berkata benar, sebab saya adalah seorang pengkaji.
Dalam konteks ini, Malaysia telah wujud hasil daripada cantuman tiga wilayah Persekutuan Tanah Melayu, Sabah dan Sarawak. Persekutuan Tanah Melayu pula diasaskan atas tapak kesultanan Melayu Melaka sebelum Melaka dijajah Portugis dalam tahun 1511. Perkataan "Negeri-Negeri Melayu Bersekutu" dan "Negeri-Negeri Melayu Tak Bersekutu" dan "Persekutuan Tanah Melayu" masih wujud dalam undang-undang kita. Dengan lain- lain perkataan, negara Malaysia adalah berteraskan sejarah Melayu, evolusi politik Melayu, nasionalisme Melayu yang hidup subur dalam kepulauan Melayu yang mempunyai sejarah kebudayaan Melayu.
Berdasarkan hakikat itulah, maka Perlembagaan Malaysia digubal (Firdaus Abdullah, 24 & 25 Jun 2009). Sejarah sistem kenegaraan Melayu adalah akar umbi kepada sejarah negara ini. Bermula dengan perkataan "Melayu" atau "Tanah Melayu" itu sendiri yang bermaksud wilayah dan kepulauan di rantau ini. Nama-nama ini terkenal di kalangan negeri-negeri China, India dan Barat seperti Melayu (I-Tsing), Malaiur (Marco Polo), Malaiyur (inskripsi Tanjore-Sanskrit di India), Ma-Li-Yu-R (Yuan Shih/Cina), Mailiur (Siam) dan Malayo (Albuquerque/ Portugis) (R. Suntharalingam dan Abdul Rahman Haji Ismail, 1985: 85).
Hujah ini menunjukkan bahawa dari abad ke-6 hingga ke-10, perkataan Melayu adalah nama tempat dan bukannya nama khusus bagi rumpun bangsa. Hanya pada abad ke-11, barulah perkataan Melayu mulai dipakai bagi menamakan rumpun bangsa. Ringkasnya, istilah-istilah Tanah Melayu, Melayu dan Malaysia serta Malaya jelas merujuk kepada negeri-negeri Melayu atau Tanah Melayu atau Land of the Malays. Fakta ini menunjukkan bahawa Tanah Melayu (Malaysia) adalah kepunyaan satu bangsa yang bernama Melayu (Suntharalingam dan Abdul Rahman Haji Ismail, 1985).
Namun, kedatangan penjajah British telah merubah landskap politik Tanah Melayu. Tanah Melayu yang dahulunya dihuni oleh orang Melayu di Kepulauan Melayu telah menjadi sebuah negara berbilang bangsa.
Tunku Abdul Rahman pernah berkata pada tahun 1953, orang Cina melalui MCA telah menerima dan mengiktiraf negara ini sebagai negara Melayu dan segala hak kepada orang Melayu tidak boleh dipersoalkan lagi. Tujuan Tunku meletakkan syarat ini adalah untuk menarik kesedaran pihak MCA tentang taraf orang Melayu yang sebenar, sambil menguji tentang kejujuran pemimpin-pemimpin MCA dalam perhubungannya dengan UMNO.
Akhirnya pihak MCA telah menerima dan mengakui hakikat itu serta bersetuju rundingan tersebut berjalan atas dasar yang telah ditetapkan (Mansor et al, 2006). Hujah ini diperkukuhkan lagi oleh Chandra Muzaffar dengan menyatakan, sebuah negara berbilang kaum yang wujud daripada konsep Malay polity atau sistem kenegaraan Melayu. Perlembagaan Persekutuan pada 1957 memberikan kewarganegaraan secara terbuka kepada mereka yang berhak tanpa mengira latar belakang.
Keterbukaan itu harus difahami oleh semua pihak kerana melalui proses akomodasi para pemimpin pada masa itu, lebih sejuta orang bukan Melayu, sebahagian besarnya imigran, diterima secara automatik sebagai warganegara dan diberikan jus soli. Ini sesuatu yang luar biasa.
Melalui proses kewarganegaraan yang dikatakan sebagai stroke of a pen ini, demografi negara berubah serta-merta. Hampir 40 peratus daripada warganegaranya ialah orang bukan Melayu. Sebuah negara Melayu tiba-tiba menjadi masyarakat berbilang kaum. Ini tidak pernah berlaku dalam sejarah. Nasionalisme bangsa Filipina dan Vietnam melahirkan negara Filipina dan Vietnam tetapi nasionalisme Melayu yang diperjuangkan lama sebelum kemunculan UMNO sebaliknya tidak melahirkan sebuah negara Melayu. Inilah sifat negara ini yang harus kita fahami - berbilang kaum tetapi berakar umbi dalam sistem kenegaraan Melayu.
Perlu juga difahami bahawa Malaysia juga tidak sama dengan negara-negara lain yang menjadi berbilang kaum kerana tekanan kolonialisme. Ini kerana polity Melayu itu jauh lebih kukuh sebagai sistem kenegaraan. Kerajaan Melayu Melaka dan selepas itu Johor diiktiraf di peringkat antarabangsa. Ciri-ciri polity itu diterima sebagai ciri-ciri sebuah negara dan sistem pemerintahan. Ini adalah sebahagian daripada ingatan kolektif masyarakat Melayu. Perkara ini tidak difahami bukan saja oleh ahli-ahli politik, malah sebahagian besar cendekiawan serta mereka yang boleh mempengaruhi pandangan umum termasuk media.
Itu sebabnya dari semasa ke semasa timbul isu-isu yang menjadi kontroversi menyentuh soal bahasa, agama dan sistem pendidikan. Ini kerana tidak ada kefahaman tentang latar belakang sejarah dan polity Melayu dan pengaruhnya terhadap sistem kenegaraan Melayu. Malangnya, tidak ada usaha di kalangan pemimpin masyarakat untuk memahami perkara ini, bahawa kita masyarakat berbilang kaum yang berakar umbi dalam polity Melayu.
Menurut Chandra lagi, Malaysia lebih mudah untuk menghadapi cabaran-cabaran dalam konteks masyarakat berbilang kaum sekiranya memahami sejarah ini. Jika ada yang menafikannya, sengaja tidak mahu memahami, sukar untuk menjalinkan hubungan kaum yang harmonis. Oleh kerana wujudnya polity Melayu dalam sejarah, maka bahasa Melayu menjadi bahasa kebangsaan, agama Islam sebagai agama rasmi dan raja-raja menjadi ketua negeri dan negara. Sejarah sebegini perlu difahami.
Oleh kerana adanya polity Melayu dan sebahagian besar masyarakat Melayu dan pribumi begitu miskin dan mundur pada 1957, dan dalam keadaan begitu, kewarganegaraan dianugerahkan dengan begitu liberal, masyarakat Melayu dan pribumi itu memerlukan perlindungan. Itu adalah tuntutan yang sah dalam konteks pembentukan negara. Perlindungan yang dipersetujui itu adalah untuk memperbaiki kedudukan masyarakat Melayu dari segi sosioekonomi.
Semua pandangan ini menunjukkan bahawa Malaysia tidak dapat lari daripada sistem kenegaraan Melayu. Justeru, tidak hairanlah bagi mereka yang memahami sejarah akan menghormati bukti-bukti dan seterusnya mengeluarkan kenyataan-kenyataan lunak, berhikmah dan begitu bertoleransi.
Jika benar-benar kita ikhlas dalam memahamkan sejarah, jauhkan penglibatan orang politik, biarkan ilmuan dan ahli akademik yang berhujah dan menulis fakta. Keadaan hari ini menjadi kelam kabut kerana kita terlalu banyak berpolitik.
Setiap parti politik mahu menjadi jaguh bangsa, bukannya mahu berkata benar walaupun pahit.
Dr. Mohd Ridhuan Tee Abdullah
Pensyarah Kanan, Kumpulan Penyelidik Politik dan Peradaban Islam, Universiti Pertahanan Nasional Malaysia

Saturday, October 23, 2010

UMNO dahulukan rakyat


UMNO dahulukan rakyat
Utusan online 24.10.2010

Bismillahirrahmanirahim
Sidang perwakilan, sidang pemerhati, tuan-tuan dan puan-puan yang saya hormati sekalian, Syukur Alhamdulillah kita panjatkan rasa syukur ke hadrat Allah SWT yang telah memberi taufik dan inayahnya kepada kita semua sehingga Perhimpunan Agung kali ke-61 ini dapat dirangkum dan disempurnakan dengan selamat sampai kepada penghujungnya.
Seperti mana yang saya sebut dalam ucapan dasar saya bahawa Perhimpunan Agung UMNO di Dewan Merdeka ini dilangsungkan sebanyak 25 kali. Pada kali ini perhimpunan ini mencatat beberapa perkembangan yang amat signifikan lagi bersejarah.
Yang pertama ialah buat kali pertama dalam sejarah UMNO solat Jumaat telah diadakan di dalam bangunan UMNO sendiri. Moga-moga petanda ini akan membawa keberkatan yang berkekalan. Insya-Allah.
Dan saya ucap terima kasih kepada semua pihak yang telah berusaha memberi kebenaran untuk solat Jumaat diadakan di dalam bangunan UMNO yang keramat lagi bersejarah ini.
Yang kedua ialah buat kali pertama sebelum perhimpunan ini diadakan satu forum antarabangsa yang bertajuk ‘Pembentukan Masyarakat Global: Liberalisasi Media dan Realiti Politik Baru’ yang melibatkan 400 peserta dari dalam dan luar negara. Sekaligus kita telah dapat mengetengahkan UMNO, usaha-usaha murni UMNO memimpin negara kita, memaju negara kita dan membawa perubahan yang besar kepada negara kita. Biar dunia lihat bahawa kejayaan ini kerana kemajuan UMNO selama ini.
Saudara saudari sekalian,
Pada awal ucapan, saya nak menyelesaikan urusan yang biasa saya buat pada penghujung ucapan saya. Saya ucap terima kasih pada Datuk Pengerusi Tetap Persidangan UMNO yang telah mempengerusikan persidangan ini dengan gayanya tersendiri dan amat menarik.
Dan saya nak mengesahkan, saya turun bawah tadi jumpa dengan reporter akhbar Cina, saya tanya, “Betul ke Pengerusi Tetap kita cakap bahasa Hokkien?”’ Dia kata betul. Walaupun bahasa Hokkien pasar tapi betul. Tahniah juga kepada Timbalan Pengerusi Tetap yang cekap membantunya.
Saya juga ucap terima kasih kepada urus setia ibu pejabat, Setiausaha Agung (Datuk Tengku Adnan Mansor). Terima kasih kepada Setiausaha Kerja yang sihat walafiat, tak berhenti bekerja. Dan kepada semua kakitangan ibu pejabat, semua pihak, media, segala-galanya yang telah membantu persidangan kita berjalan dengan baik.
Saudara saudari sekalian,
Saya berasa begitu terharu bahawa ucapan Presiden saya pada kali ini mendapat sambutan yang sangat hangat di kalangan para perwakilan.
Saya ucap terima kasih kepada Timbalan Presiden yang telah menyatakan bahawa ucapan itu ucapan yang tegas dan berani.
Ada dua reaksi yang agak menarik perhatian saya. Yang pertama bila saya sedang ambil gambar dengan Exco Wanita, ramai wanita yang kata, ‘‘Datuk, kami wanita puas dengar ucapan.’’ Dia punya puas panjang sikit. Puas....Ini isteri saya tak marah. Bab ini dia tak marah. Bab lain jangan cuba.
Yang kedua bila saya balik rumah, ada seorang teman lama dari Pahang tunggu tercegat di luar pagar rumah saya. Jadi saya gamit dia bila saya masuk. Saya kaji apa hajatnya. Tak ada. Dia kata selama ini dia bimbang masa depan anak cucu dia. Tapi bila dengar ucapan saya dia kata dia yakin masa depan anak cucu dia terbela.
Dan itulah sebenarnya hakikatnya bahawa peruntukan-peruntukan yang menyangkut tentang kepentingan orang Melayu, bumiputera, yang melibatkan soal keistimewaan orang Melayu sudah pun terpateri kemas, telah terkunci, tersimpul mati dalam Perlembagaan negara kita. Yang tak boleh dipinda melainkan dengan persetujuan Raja-Raja Melayu dan saya tak nampak Raja-Raja Melayu akan pinda peruntukan Perlembagaan ini.
Namun ada juga pihak, inilah kata kumpulan yang sebelah sana, dia pakar pusing. Dia pusing bab itu, dia pusing. Orang putih kata spinning. Dia very good at spinning. Dia kata kalau sudah terkunci, tersimpul mati, jadi tak perlulah UMNO berkuasa sebab orang Melayu kalau ada kuasa pun orang lain boleh pertahankan sebab sudah ada peruntukan dalam Perlembagaan.
Ini adalah satu pandangan yang tidak benar sama sekali. Ini kerana walhal peruntukan itu sudah terkunci kemas tapi kuasa politik perlu di dalam tangan UMNO untuk menterjemahkan prinsip semangat peruntukan Perlembagaan. Sebab itulah dalam ucapan saya, bab kedua ketiga penghujungnya sekali saya tutup ucapan saya dengan mengatakan dalam apa juga keadaan, mesti kita pertahankan apa mesej itu.
Jangan sampai dia benak. Dia benak ataupun orang Negeri Sembilan kata bangang. Saya tanya isteri saya, bangang itu apa. Bangang itu paling teruk sekalilah ataupun dia faham sengaja tak nak buat faham. Inilah masalah kita berdepan dengan pembangkang yang selalu memutar sesuatu kenyataan untuk mengelirukan rakyat jelata. Kita beritahu bahawa UMNO akan menyelamatkan masa depan Melayu dan negara kita yang tercinta. Tak ada orang lain boleh, nak kata dia boleh? Dulu sibuk dengan reformasi, sekarang ini sibuk baling kerusi. Saya tak sebut, dia tau, dia faham.
Tuan-tuan dan puan-puan sekalian,
Dalam perhimpunan ini, soal Perlembagaan tak usah bangkit pada sesiapa lagi, habis tutup cerita, kita mara ke depan. Orang putih kata let’s move on. Dalam perhimpunan ini saya lihat memang hasrat kita, hasrat saudara-saudara sekalian bahawa soal agenda Melayu, kedudukan bumiputera akan terus diperjuangkan oleh pimpinan UMNO dan kerajaan.
Saya nak beritahu bahawa hal ini memang akan terus diperjuangkan oleh kita. Malah dalam persidangan MCA baru-baru ini, bila saya rasmikan, sebelah saya semua pimpinan MCA. Apa saya kata? Saya kata sekiranya majoriti dalam sebuah negara itu memiliki sebahagian kecil daripada kekayaan, itu tidak adil dan tidak menyumbang kepada kestabilan politik tanah air kita.
Saya kata depan Presiden MCA, depan pimpinan MCA saya terangkan dengan jelas. Dalam UMNO, MCA dan MIC, dalam apa jua keadaan, kita mesti menegakkan keadilan sosial di dalam negara kita. Terima kasih perwakilan mengingatkan siapa pencetus Dasar Ekonomi Baru. Takkan saya, anakandanya, darah yang mengalir dalam badan saya, tidak akan meneruskan semangat dan prinsip perjuangan itu.
Dalam majlis ini, saya nak bagi tahu, bahawa hasrat saudara-saudara sekalian supaya kita tubuhkan apa yang dikatakan Majlis Tertinggi Agenda Bumiputera atau pun MTAB. Saya nak beritahu bahawa pada hakikat sebenarnya, Majlis Tertinggi mengangkat agenda bumiputera sudah pun diwujudkan oleh kerajaan. Malah mesyuarat pertama telah diadakan sebulan yang lalu. Saya jadi Pengerusi, Timbalan Perdana Menteri jadi Timbalan Pengerusi, menteri-menteri yang berkenaan menganggotai termasuk tiga-tiga Naib Presiden, hak Jawa, hak Turki, hak lanun, semua ada. Ketiga-tiga ini sekarang saya tak panggil nama dia. Saya panggil dia Jawa, Turki, lanun, biar lekat triple ini, semua ada.
Kami akan pastikan agenda bumiputera terus diperjuangkan. Malah ada satu perkembangan yang saya nak terangkan. Ini juga kaitan dengan program kita untuk menambah lagi penyertaan bumiputera yakni Skim Jejak Jaya Bumiputera (SJJJB) yang sekretariat dia bawah Datuk Dr. Awang Adek Hussin.
Saya nak beritahu bahawa pada tahun sudah dan tahun 2010, empat buah syarikat bumiputera yang market capitalisation berjumlah RM411 juta sudah pun disenaraikan di Bursa Saham. Syarikat-syarikat ini kami tak kenal siapa dia. Syarikat-syarikat ini diproses berdasarkan kepada kebolehannya untuk disenaraikan.
Tetapi untuk disenaraikan dia mesti ada rekod baik lima tahun keuntungan dan Suruhanjaya Sekuriti nak tengok dari segi keuntungan akan datang. Jadi, apa yang diperlukan oleh syarikat-syarikat bumiputera ini bantuan sedikit oleh kerajaan, dalam bahasa Inggeris disebutkan The Last Mile, ini penghujungnya. Jadi, kita bantu, bila kerajaan bantu penghujungnya syarikat-syarikat ini boleh disenaraikan di Bursa Saham dan tahun sudah RM411 juta.
Tahun akan datang insya-Allah 11 buah syarikat bumiputera dijangka disenaraikan dengan pasarannya hampir RM2 bilion. Memang seperti mana perwakilan kata, kita tak marah orang lain dapat keuntungan, kita tak marah orang lain kaya malah yang kaya itu pun kerana UMNO juga mereka kaya. Betul tak? Siapa bagi lesen beras? Siapa bagi lesen gula? Siapa bagi lesen IPP (projek loji tenaga bebas)? Siapa bagi lesen satelit? Tidakkah UMNO yang bagi. Kalau kita nak tolong bumiputera, jangan pula mereka marah kita nak tolong bumiputera, ini baru adil. Hak orang lain dapat dia senyap, hak kita nak bagi dia komplen, tak bolehlah macam itu, adilkah semua ini?
Ini yang kita hendak, itu satu 1Malaysia. Terima kasih semua kerana sudah terima 1Malaysia sekarang ini sampai ada seorang perwakilan pakai 1Malaysia dekat songkok dia, ada keluar dalam gambar, ini jelas.
Saudara-saudari sekalian,
Kita pun ada program lain macam Ekuinas. Kita sudah labur dalam tiga syarikat bumiputera dengan nilai sebanyak RM350 juta. Malah dalam
Rancangan Malaysia Ke-10 (RMK-10) dan RMK-11, kerajaan memperuntukkan RM5 bilion untuk Ekuinas. Kalau ada syarikat bumiputera yang berpotensi jadi lebih besar, sampai ke peringkat persada antarabangsa, kita akan bantu Melayu Ekuinas. Ini supaya syarikat bumiputera bukanlah syarikat yang kecil, kerdil tapi syarikat besar bertaraf dunia global. Ini hasrat kita supaya Melayu berjaya, bumiputera berjaya di persada antarabangsa.
Kita tidak lupa. Bukan sahaja orang usahawan, bukan sahaja golongan korporat tetapi perjuangan kita bak kata pemimpin-pemimpin tadi berbentuk inklusif, keterangkuman. Jadi, hak yang bawah pun kita mesti jaga sebab itulah kita perkenalkan gaji minimum. Siapa untung? Yang pertama posmen dah untung. Posmen dahulu hampir dekat paras kemiskinan. Sekarang ini dapat RM1,300, RM1,400 sebulan. Perjuangan siapa? Perjuangan UMNO. Bukan orang lain, UMNO.
Siapa lagi? Imam masjid pun terkejut, tersentak, tidak terfikir-fikir boleh dapat RM750. Sebab itu ada imam yang dah letak jawatan hendak ambil semula itu. Datuk Seri Jamil Khir Baharom kata ada, ada dia hendak minta balik jadi imam.
Siapa lagi? Guru-guru KAFA dapat, ketua kampung pun dapat, siapa ketua kampung? Separuh daripada ketua cawangan. Ketua Bahagian kena jaga ketua cawangan betul tak? Kalau tidak dia tidak sokong undi.
Mulai tahun depan siapa lagi, pengawal-pengawal keselamatan yang kebanyakannya bekas tentera, ini Datuk Seri Ahmad Zahid Hamidi dapat gaji RM700 insya-Allah dapat RM1,000 ke atas. Ini perjuangan UMNO. Ini kena beritahu, jangan sebab nak bagi air 20 milimeter padu percuma, besarnya punya cerita. Macam wakil Pulau Pinang sebut nak bagi RM50 guru KAFA pun macam nak tenggelam Pulau Pinang punya ceritalah. Tapi kita mesti tahu, mesti beritahu, mesti uar-uarkan bahawa segala-galanya adalah kerana hasil perjuangan UMNOlah memungkinkan perkara ini jadi kenyataan, bukan orang lain.
Wakil Pemuda cadangkan supaya golongan muda yang baru keluar, baru nak kahwin, tak sabar nak kahwin tapi nak rumah (tetapi) tidak mampu, kerajaan telah isytiharkan bahawa kalau beli rumah bawah RM220,000 ke bawah tak payah bayar wang pendahuluan, dapat pinjaman 100 peratus.
Wakil Pemuda cadangkan supaya hak RM3,000 itu jangan kira pendapatan sekeluarga, tapi kalau seorang RM3,000 ke bawah pun tak apa. Boleh saya nak kata, saya setuju dengan syor Pemuda.
Inilah yang kita kata inklusif. Jangan jaga orang di atas sahaja, jaga di bawah, jangan main di atas sahaja, hak belakang pun jangan (Pengerusi Tetap mencelah), jangan itu, tak boleh lalu, tak boleh. Inilah yang kata UMNO ini keindahan. Cuma kita ini UMNO tidak pandai nak bawa cerita. Itu saja, tak pandai nak jual cerita, kurang sikit mahir, sebab apa? Kita ini mesti uar-uarkan di kampung, di bandar, di semua tempat, beritahu ini semua perjuangan UMNO. Bukan orang lain.
Saudara saudari sekalian,
Ramai yang sebut tentang transformasi UMNO. Jadi, saya nak sebut di sini bahawa model transformasi UMNO apa temanya. Saya fikir waktu persidangan ini, jurucakap, pensyarah semua saya menghayati hujah-hujah mereka. Saya tilik-tilik dan saya rasakan bahawa tema yang sesuai model transformasi UMNO ialah ‘UMNO Dahulukan Rakyat’. Ini dia. Jadi sebenarnya, proses transformasi ini dah mula. Dia mula seperti yang Datuk Hishammuddin (Hussein) kata tadi dari waktu kita meminda Perlembagaan pada tahun sudah. Kita tidak tahu sangat signifikannya. Tapi dalam sejarah UMNO, ada tiga peristiwa yang sangat besar ertinya iaitu penubuhan UMNO, UMNO diharamkan dan pindaan Perlembagaan UMNO pada tahun sudah. Ini tiga. Sebab apa? (Kerana) ia menukar sama sekali asas pemilihan, proses menentukan pemilihan UMNO yang lebih demokratik dan lebih inklusif termasuk jawatan Presiden UMNO pun. Nasib Presiden UMNO di tangan 140,000 perwakilan tidak boleh bersandar lagi kepada kuota. Dulu ada kuota. Ada 58 bahagian mencalonkan baru layak lawan Presiden. Tuan-tuan ingat senang dapat 58 bahagian. Berani 58 bahagian calon orang lain lawan Presiden? Tak ada, tak jadi. Saya betul-betul menyerah nasib saya, Tan Sri Muhyiddin (Yassin), naib-naib Presiden pada saudara-saudara sekalian.
Untuk menentukan ini, kita kembalikan kepercayaan kepada ahli supaya ahli akan menentukan dia boleh buat kerja atau tidak boleh buat kerja. Kalau tidak boleh buat kerja, dia akan hantar signal. Kami tidak mahu terus berkuasa tanpa dilihat, dinilai sebagai pemimpin yang boleh berjasa dan berbakti kepada agama, bangsa dan tanah air.
Saya nak sebut sekali lagi, empat tonggak utama kemenangan kita. Satu, kepimpinan Barisan Nasional dengan dasarnya dan hala tujunya mesti diterima rakyat. Kedua, kepimpinan di peringkat negeri pun penting juga. Ketiga ialah parti sama ada parti kita dalam keadaan disenangi, diterima oleh rakyat. Keempat ialah calon, saya kata minta ‘winable candidate’. Empat ini mesti. Ingat, kalau keempat-empat ini jadi positif macam bah besar di Pekan, Pahang. Tuan-tuan dan puan-puan tahu bila bah besar di Pekan, Pahang? Tahu? Tak tahu? Ia jadi besar bila air turun dari hulu bertembung dengan laut air pasang, ia jadi limpahan banjir besar. Kalau kita nak menang besar, keempat-empat ini mesti menjurus kepada yang positif, baru kita menang besar macam bah besar di Pekan. Saya tahulah, saya ahli Parlimen Pekan.
Air naik berapa kaki? (Pengerusi Tetap mencelah): Naik tinggi...(ketawa) banyak kaki... Datuk. Belah Yan (Kedah) dulu, air naik empat kaki saja. Pahang lagi besar.
Jadi, kita mesti lihat dan saya cuba fikir apa dia elemen-elemen model transformasi. Saya tak nak kata ini Presiden punya idea atau Timbalan Presiden sama dengan Presiden punya idea.
Jadi kita mesti lihat dan saya cuba fikir apa agaknya elemen-elemen model transformasi. Saya tak nak kata ini Presiden punya idea atau Timbalan Presiden sama dengan Presiden punya idea.
Saya nak cantumkan, adunkan dengan perwakilan kerana kawan saya wakil Melaka kata, percayalah kepada kami. Betul tak? Betul.
Saya nak percaya pada perwakilan dan ahli UMNO. Saya nak gariskan berdasarkan pada intipati ucapan saudara-saudari dalam perhimpunan ini.
Yang pertama, nilai elemen yang pertama ialah tentukan bahawa maruah parti, kepentingan parti lebih besar, lebih tinggi daripada maruah kepentingan diri.
Wakil Kelantan contohnya katanya Tok Pa (Mustapa Mohamed) Pengerusi Perhubungan Negeri Kelantan, tapi bila kita ambil keputusan lantik Tengku Razaleigh sebagai pengarah Pilihan Raya DUN Galas, Tok Pa jadi timbalan kepada Tengku Razaleigh, kerana apa? Kerana dia nak menang.
Maknanya bukan soal maruah diri. Bukan soal status diri, bukan soal kepentingan diri tapi diutamakan parti mesti menang.
Nilai elemen kedua, saya ambil wakil dari Sabah, sahabat saya juga. Dia kata bahawa dalam parti ini yang penting bukan kumpulan tapi pasukan. Banyak beza kumpulan dan ‘team’. Makna bila ada team adalah pemain, posisi kita tahulah, bola sepakkan. Semua orang tahu macam mana kita nak menang dalam bola sepak, cuma pasukan kita tak boleh nak menang. Itu saja.
Maknanya kita mesti ada penyerang, menyerang. Jangan sumbat gol sendiri. Ada orang dia ‘score’ gol sendiri. Pilihan raya (umum) ada, pilihan raya kecil ada. Ada setiausaha bahagian, pilihan raya tak jadi calon pukul 10 malam dah tidur. Ada yang tak ada di kawasan pun ada. Betul tak? Betul. Tak jadi calon tak nampak muka. Langsung tak nampak. Cari, hilang. Ada yang sponsor pergi Medan.
Itulah kata ada yang bentes kaki. Orang Kelantan kata ‘cah keting’. Kalau tidak kita menang di Manek Urai. Belum masuk bab Datuk Seri Shafie (Apdal) kata banyak yang tak daftar. Yang tak daftar inilah bentes kaki, cah keting. Yang hilangkan diri, yang merajuk semua ada. Sebab itulah kita belum ada lagi aspek ‘esprit de corps’ yang kuat. Dalam transformasi model ini kita mesti memperkukuhkan ‘esprit de corps’ dalam parti kita di semua peringkat.
Janganlah kalau kerja dalam kumpulan kalau tidak ikut rentak, geng atau ‘clique’ kita, kita nak cantas dia. Walhal dia boleh buat sumbangan pada parti, betul tak? Ini jadi perangai kita. Jadi transformasi model politik jangan pakai lagi perangai macam ini.
Yang ketiga, saya ambil daripada perwakilan juga. Memenangi pemikiran, hati dan jiwa rakyat. Sebab itu kita buat program Juara Rakyat. Kita nak bersifat inklusif. Juara rakyat jangan kita sama kita geng kita. Ada satu bahagian buat kejohanan boling sesama dia. Tak jadi juara rakyatlah. Jadi juara boling saja. Tapi claim pada UMNO. Jadi macam mana rakyat?
Kita mesti macam perwakilan kata jangan menunjuk-nunjuk. Dia kata jangan nak buat sekelip mata tukar rumah besar, kereta besar, cuma isteri tak nak besar. Ini perwakilan cakap. Bukan saya cakap. Jadi inilah yang mesti kita buat. Biar rakyat pandang dia suka tengok pemimpin UMNO. Kita dapat memenangi hati dan pemikiran rakyat.
Keempat, zaman ini zaman moden. Kita mesti jadi juara dalam media baru juga. Jangan puak-puak sana saja. Kita mesti ada facebook. Mesti ada Twitter. Macam-macam mesti buat. Sebab itu saya kata kerajaan Melaka tumbang pada Portugis kenapa? Kerana dia dengan dia punya tombak, keris dan kapak. Portugis dengan meriam, senapang. Kalahlah kita.
Zaman sekarang ini kita pakai facebook sebagai social network. Kita mesti jadi juara social network.
Saya pun cubalah walaupun tak mahir sangat. Alhamdulillah facebook saya sudah setengah juta. Tun Dr. Mahathir (Mohamad) yang veteran pun dah mahir blog, facebook. Dia buat transformasi juga.
Yang kelima, orang muda. Empat juta pengundi baru. Yang lama dah masuk dalam kotak, dalam bakul UMNO, bakul Pas atau bakul apa. Yang baru empat juta ini mesti jadi sasaran kepada UMNO menjurus kepada PRU-13. Itulah kita hendak. Bila Ketua Pemuda cadang buat think tank, saya setuju dan kita bantu.
Yang keenam, UMNO mesti menuju sifar masalah. Ada masalah lagi? Ada. Dalam perhimpunan ini pun ada. Ramai. Ada juga bahagian yang datang jumpa saya sebab masalah bahagian. Sebab apa? Sebab ada dua kumpulan. Bahagian yang boleh kita menang. Kerusi yang boleh kita menang. Tapi kita kalah. Sebab apa? Sebab UMNO tidak dapat menyelesaikan masalah dalaman di peringkat bahagian itu. Jadi, saya mintalah kita semua bantu cari penyelesaian. Yang kaki hantuk, kaki batu ‘ronson’, jawatankuasa mandi, tak usah buat kerja ini.
Dan yang ketujuh, UMNO mesti dahulukan rakyat, saya sebut tadi. Ini penting sangat, dahulukan rakyat. Tengoklah, kalau kita buat apa-apa bantuan, nak bagi saham Felcra di bahagian ini pun tengoklah, jangan bagi anak saudara kita.
Anak saudara kita yang dah jadi peguam nak saham Felcra, nak buat apa? Bagi kepada orang yang memerlukan bantuan, biar UMNO dilihat parti yang adil dan inklusif, dahulukan rakyat, rakyat sentrik. Insya-Allah, UMNO akan berjaya kalau kita letakkan rakyat yang kita dahulukan rakyat sepanjang masa.
Saudara-saudari sekalian,
Saya dah cuba gariskan bahawa transformasi politik amat perlu kita lakukan. Mulai tahun hadapan, saya ambil keputusan, sama-sama dengan Timbalan Presiden, kami akan turun ke negeri-negeri. Kami akan berjumpa dengan UMNO dan rakyat. Saya hendak UMNO sediakan yang sebaik-baiknya. Sediakan untuk lawatan kami berdua supaya mendapat sambutan yang cukup memberangsangkan. Boleh ke tidak? Balik ini buat persiapan. Kita nak tengok persiapan yang diberi. Saya nak belek, saya nak tilik, saya nak tengok.
Saya nak beritahu bahawa dalam masa yang terdekat ini, saya akan buat perubahan kepada kepimpinan UMNO di peringkat tertentu. Mula dengan susunan yang akan datang ini, akan lengkaplah persediaan kita. Saya akan runding dengan Timbalan Presiden, runding dengan Jawa, Turki, lanun apa formula yang sebaik-baiknya. Saya nak kita bekerja kuat, sebab orang Melayu dan negara tak boleh harap pada orang lain melainkan UMNO sahaja. Jadi, kita turun padang dan sentiasa berada atas padang.
Jadi rajin, jangan malas,
Boleh menang kita di Galas.
Jangan jadi batu api,
Boleh menang di Batu Sapi.
Bersusah-susah mendaki bukit,
Tanah yang kontang digali lembah,
Walau berkecai bumi di langit,
Hak Melayu takkan dirubah.
Nyiur gading puncak mahligai,
Ketupat pulut berisi inti,
Biar bergoncang dihentam badai,
Bahtera UMNO tak kan berhenti.
Demi Islam, demi Melayu, demi Malaysia.
Wabillahi Taufik Wal Hidayah, Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.